Rangkuman Materi BAB 2 IPAS Kelas 6 SD Semester 1 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Tarik dan Embuskan
SRIPOKU.COM - Inilah rangkuman materi BAB 2 IPAS kelas 6 SD semester 1 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi yang dikutip melalui YouTube Ayo Jadi Juara.
Rangkuman materi BAB 2 IPAS kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Edisi Revisi membahas sistem pernapasan manusia melalui topik “Tarik dan Embuskan”.
Siswa diajak mengenal organ pernapasan, proses menarik dan mengeluarkan napas, gangguan pernapasan, hingga cara menjaga kesehatan paru-paru.
Baca juga: Rangkuman Materi BAB 1 Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka, Anak-Anak yang Mengubah Dunia
Mengapa Kita Perlu Bernapas?
- Bernapas adalah kebutuhan dasar semua makhluk hidup.
- Kita bernapas tanpa henti, bahkan saat tidur!.
- Manusia dewasa bernapas rata-rata 12-20 kali per menit.
- Jika berhenti bernapas, maka sel tubuh akan kekurangan oksigen. Akibatnya bisa menyebabkan kerusakan otak, koma, bahkan kematian.
Baca juga: Rangkuman Materi BAB 1 IPAS Kelas 6 SD Semester 1, Makanan Bergizi untuk Kesehatan Pencernaanmu
Organ - Organ Pernapasan
1. Hidung
- Pintu masuk dan keluarnya udara.
- Dilengkapi bulu hidung untuk menyaring kotoran dan selaput lendir untuk menghangatkan dan melembabkan udara.
- Di dalam hidung terdapat saraf-saraf pembau yang mampu mengidentifikasi triliunan jenis bau yang berbeda.
2. Laring (Pangkal Tenggorokan)
- Merupakan saluran penghubung tenggorokan dengan trakea.
- Terdapat katup epiglotis agar kita tidak tersedak, dan pita suara untuk menghasilkan suara.
3. Trakea (Pangkal Tenggorokan)
- Saluran berbentuk tabung yang menghubungkan faring dengan bronkus.
- Berfungsi mengalirkan udara ke paru-paru dan sebaliknya.
4. Bronkus (Cabang Batang Tenggorokan)
- Cabang dari trakea yang mengalirkan udara ke paru-paru kiri dan kanan.
5. Bronkiolus (Anak Cabang Batang Tenggorokan)
- Berbentuk saluran seperti "ranting-ranting pohon" di dalam paru-paru.
6. Alveoli
- Kantung-kantung kecil di paru-paru.
- Berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).
7. Diafragma
- Otot di bawah paru-paru dan jantung, memisahkan rongga dada dengan rongga perut.
- Gerakan kontraksi dan relaksasi otot diafragma membuat udara bisa masuk dan keluar dari paru-paru.
Inspirasi (Menarik Napas)
- Saat menarik napas, udara berisi oksigen masuk melalui hidung.
- Otot diafragma berkontraksi (bergerak ke bawah).
- Otot-otot diantara tulang rusuk berkontraksi dan mengangkat tulang rusuk terangkat ke atas.
- Rongga dada membesar, membuat udara masuk ke paru-paru.
- Didalam paru-paru, oksigen diserap sel darah merah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
- Oksigen digunakan tubuh untuk menghasilkan energi supaya bisa beraktivitas.
Ekspirasi (Mengeluarkan Napas)
- Saat mengeluarkan napas, otot diafragma relaksasi (kembali ke posisi asal).
- Otot-otot diantara tulang rusuk mengendur, tulang rusuk turun, rongga dada mengecil.
- Udara dari paru-paru terdorong keluar melalui hidung atau mulut.
- Sisa proses pernapasan berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air dikeluarkan dari tubuh.
Tiga Tahap dalam proses Pernapasan
Tahap 1 Menarik Napas.
- Udara masuk melalui hidung.
- Kotoran disaring di hidung, trakea, bronkus.
- Otot diafragma berkontraksi sehingga paru-paru mengembang.
Tahap 2 - Pertukaran Gas Oksigen dan Karbon dioksida
- Proses ini terjadi di alveoli (didalam paru-paru).
- Oksigen (O2) masuk ke alveoli.
- Masuk ke dalam darah melalui dinding alveoli dan diedarkan ke seluruh tubuh.
- Karbon dioksida (CO2) dari darah dilepaskan didalam alveoli, untuk dikeluarkan dari tubuh.
Tahap 3 - Mengeluarkan Napas
- Otot diafragma relaksasi.
- Paru-paru mengempis dan gas karbon dioksida (CO2) dikeluarkan melalui hidung/mulut.
Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Pernapasan
Kondisi Lingkungan
- Asap kendaraan, asap pabrik, dan pembakaran sampah menghasilkan polutan berbahaya.
- Dapat menyebabkan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), iritasi hidung, dan sesak napas.
Gaya Hidup
- Merokok, jarang olahraga, dan tinggal di tempat lembap dan berdebu meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Infeksi Mikroorganisme
- Bakteri dan virus dapat menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan penyakit.
Faktor Genetik
- Beberapa penyakit pernapasan seperti asma bisa diturunkan dari orang tua.
Penyakit Gangguan Pernapasan
- Nama Penyakit: Influenza
Penyebab: Virus
Gejala Utama: Demam, batuk, pilek, lemas
- Nama Penyakit: Tuberkulosis (TBC)
Penyebab: Bakteri Mycobacterium
Gejala Utama: Batuk lama, berat badan turun, keringat malam
- Nama Penyakit: Pneumonia
Penyebab: Bakteri/virus/jamur
Gejala Utama: Demam, batuk, sesak napas
- Nama Penyakit: Asma
Penyebab: Faktor genetik
Gejala Utama: Sesak napas, suara mengi saat napas
- Nama Penyakit: ISPA
Penyebab: Polusi udara
Gejala Utama: Iritasi hidung, sesak napas
Covid-19
Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh virus Corona.
Cara Penularan:
- Melalui udara (droplet).
- Kontak langsung dengan penderita.
Gejala:
- Ringan: flu, batuk, pilek.
- Berat: gangguan pernapasan serius yang memerlukan perawatan medis intensif.
Dampak Pandemi:
- Banyak ruang publik ditutup, termasuk sekolah.
- Semua kegiatan pembelajaran beralih menjadi daring (online).
Cara Mengendalikan Penularan Covid-19
- Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
- Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah berkegiatan.
- Melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi positif.
- Meningkatkan imunitas dengan mengonsumsi vitamin, sayur, dan buah.
- Melengkapi dengan vaksinasi Covid-19.
5 Fakta Vaksin Covid-19
1. Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh kita untuk melawan penyakit.
2. Vaksin aman dan efektif karena telah diuji klinis sesuai standar WHO serta otoritas nasional.
3. Vaksin Covid-19 dikembangkan dengan cepat berkat kerja sama global.
4. Semua vaksin yang disetujui WHO terbukti melindungi penerimanya dari sakit berat akibat Covid-19.
5. Vaksin yang ada diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap varian baru virus Covid-19.
Bahaya Membakar Sampah
Membakar sampah rumah tangga tidak hanya menghasilkan asap, tapi juga:
- Serpihan plastik yang beterbangan.
- Jelaga (sisa pembakaran berwarna hitam).
- Bau menyengat.
Gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan:
- Iritasi mata dan hidung.
- Batuk.
- Sakit kepala.
- Kesulitan bernapas.
Kapasitas Paru-Paru
Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru untuk menampung udara yang masuk ke dalamnya.
Bayangkan paru-paru seperti balon. Ukuran diameter balon saat kita tiup menggambarkan kapasitas paru-paru kita.
Faktor yang memengaruhi kapasitas paru-paru:
- Aktivitas fisik (olahraga rutin).
- Usia.
- Jenis kelamin.
- Kondisi kesehatan tubuh.
Gaya Hidup yang Merusak Sistem Pernapasan
Merokok & Vape
- Rokok maupun vape sama-sama menyebabkan ketergantungan dan merusak saluran pernapasan.
- Bahayanya tidak hanya dirasakan perokok aktif. Perokok pasif pun ikut terdampak.
- Gangguan yang ditimbulkan: bronkitis, laringitis, hingga kanker paru.
Jarang Berolahraga
- Tanpa olahraga, paru-paru tidak terlatih bekerja maksimal dan kapasitasnya menurun.
- Olahraga rutin membuat otot pernapasan lebih kuat dan tubuh lebih efisien menggunakan oksigen.
Tinggal di Tempat Lembap & Berdebu
- Tempat lembap dan kurang sinar matahari menjadi sarang jamur dan bakteri.
- Kondisi ini memicu berkembangnya bakteri penyebab pneumonia dan tuberkulosis, serta memperparah asma dan alergi.
Bahaya Rokok dan Vape
- Terdapat 70 juta perokok aktif di Indonesia, dan 7,4 persen di antaranya berusia 10-18 tahun.
- Rokok dan rokok elektronik (vape) menimbulkan efek negatif terhadap organ pernapasan, diantaranya gangguan jantung, paru-paru, bahkan kanker.
PERBEDAAN ROKOK DAN VAPE
Rokok
- Menghasikan asap dari pembakaran tembakau
- Kandungan zat berbahaya: Nikotin, tar, dan karbon monoksida
- Meninggalkan residu berupa abu
- Menimbulkan efek ketergantungan
- Menimbulkan gangguan jantung, paru, gangguan janin, dan potensi kanker.
Vape/Rokok Elektrik
- Menghasikan uap dari cairan perasa dan nikotin yang dipanaskan
- Kandungan zat berbahaya: Nikotin
- Tidak meninggalkan residu
- Menimbulkan efek ketergantungan
- Menimbulkan gangguan jantung, paru, gangguan janin, dan potensi kanker.