Rangkuman Materi BAB 2 IPAS Kelas 6 SD Semester 1 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Tarik dan Embuskan
Ayu Wahyuni August 14, 2026 02:44 PM

 

SRIPOKU.COM - Inilah rangkuman materi BAB 2 IPAS kelas 6 SD semester 1 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi yang dikutip melalui YouTube Ayo Jadi Juara.

Rangkuman materi BAB 2 IPAS kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Edisi Revisi membahas sistem pernapasan manusia melalui topik “Tarik dan Embuskan”.

Siswa diajak mengenal organ pernapasan, proses menarik dan mengeluarkan napas, gangguan pernapasan, hingga cara menjaga kesehatan paru-paru.

Baca juga: Rangkuman Materi BAB 1 Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka, Anak-Anak yang Mengubah Dunia

Mengapa Kita Perlu Bernapas?

  • Bernapas adalah kebutuhan dasar semua makhluk hidup.
  • Kita bernapas tanpa henti, bahkan saat tidur!.
  • Manusia dewasa bernapas rata-rata 12-20 kali per menit.
  • Jika berhenti bernapas, maka sel tubuh akan kekurangan oksigen. Akibatnya bisa menyebabkan kerusakan otak, koma, bahkan kematian.

Baca juga: Rangkuman Materi BAB 1 IPAS Kelas 6 SD Semester 1, Makanan Bergizi untuk Kesehatan Pencernaanmu

Organ - Organ Pernapasan

1. Hidung

  • Pintu masuk dan keluarnya udara.
  • Dilengkapi bulu hidung untuk menyaring kotoran dan selaput lendir untuk menghangatkan dan melembabkan udara.
  • Di dalam hidung terdapat saraf-saraf pembau yang mampu mengidentifikasi triliunan jenis bau yang berbeda.

2. Laring (Pangkal Tenggorokan)

  • Merupakan saluran penghubung tenggorokan dengan trakea.
  • Terdapat katup epiglotis agar kita tidak tersedak, dan pita suara untuk menghasilkan suara.

3. Trakea (Pangkal Tenggorokan)

  • Saluran berbentuk tabung yang menghubungkan faring dengan bronkus.
  • Berfungsi mengalirkan udara ke paru-paru dan sebaliknya.

4. Bronkus (Cabang Batang Tenggorokan)

  • Cabang dari trakea yang mengalirkan udara ke paru-paru kiri dan kanan.

5. Bronkiolus (Anak Cabang Batang Tenggorokan)

  • Berbentuk saluran seperti "ranting-ranting pohon" di dalam paru-paru.

6. Alveoli

  • Kantung-kantung kecil di paru-paru.
  • Berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).

7. Diafragma

  • Otot di bawah paru-paru dan jantung, memisahkan rongga dada dengan rongga perut.
  • Gerakan kontraksi dan relaksasi otot diafragma membuat udara bisa masuk dan keluar dari paru-paru.

Inspirasi (Menarik Napas)

  • Saat menarik napas, udara berisi oksigen masuk melalui hidung.
  • Otot diafragma berkontraksi (bergerak ke bawah).
  • Otot-otot diantara tulang rusuk berkontraksi dan mengangkat tulang rusuk terangkat ke atas.
  • Rongga dada membesar, membuat udara masuk ke paru-paru.
  • Didalam paru-paru, oksigen diserap sel darah merah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
  • Oksigen digunakan tubuh untuk menghasilkan energi supaya bisa beraktivitas.

Ekspirasi (Mengeluarkan Napas)

  • Saat mengeluarkan napas, otot diafragma relaksasi (kembali ke posisi asal).
  • Otot-otot diantara tulang rusuk mengendur, tulang rusuk turun, rongga dada mengecil.
  • Udara dari paru-paru terdorong keluar melalui hidung atau mulut.
  • Sisa proses pernapasan berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air dikeluarkan dari tubuh.

Tiga Tahap dalam proses Pernapasan

Tahap 1 Menarik Napas.

  • Udara masuk melalui hidung.
  • Kotoran disaring di hidung, trakea, bronkus.
  • Otot diafragma berkontraksi sehingga paru-paru mengembang.

Tahap 2 - Pertukaran Gas Oksigen dan Karbon dioksida

  • Proses ini terjadi di alveoli (didalam paru-paru).
  • Oksigen (O2) masuk ke alveoli.
  • Masuk ke dalam darah melalui dinding alveoli dan diedarkan ke seluruh tubuh.
  • Karbon dioksida (CO2) dari darah dilepaskan didalam alveoli, untuk dikeluarkan dari tubuh.

Tahap 3 - Mengeluarkan Napas

  • Otot diafragma relaksasi.
  • Paru-paru mengempis dan gas karbon dioksida (CO2) dikeluarkan melalui hidung/mulut.

Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Pernapasan

Kondisi Lingkungan

  • Asap kendaraan, asap pabrik, dan pembakaran sampah menghasilkan polutan berbahaya.
  • Dapat menyebabkan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), iritasi hidung, dan sesak napas.

Gaya Hidup

  • Merokok, jarang olahraga, dan tinggal di tempat lembap dan berdebu meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Infeksi Mikroorganisme

  • Bakteri dan virus dapat menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan penyakit.

Faktor Genetik

  • Beberapa penyakit pernapasan seperti asma bisa diturunkan dari orang tua.

Penyakit Gangguan Pernapasan

  • Nama Penyakit: Influenza
    Penyebab: Virus
    Gejala Utama: Demam, batuk, pilek, lemas
  • Nama Penyakit: Tuberkulosis (TBC)
    Penyebab: Bakteri Mycobacterium
    Gejala Utama: Batuk lama, berat badan turun, keringat malam
  • Nama Penyakit: Pneumonia
    Penyebab: Bakteri/virus/jamur
    Gejala Utama: Demam, batuk, sesak napas
  • Nama Penyakit: Asma
    Penyebab: Faktor genetik
    Gejala Utama: Sesak napas, suara mengi saat napas
  • Nama Penyakit: ISPA
    Penyebab: Polusi udara
    Gejala Utama: Iritasi hidung, sesak napas

Covid-19

Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh virus Corona.

Cara Penularan:

  • Melalui udara (droplet).
  • Kontak langsung dengan penderita.

Gejala:

  • Ringan: flu, batuk, pilek.
  • Berat: gangguan pernapasan serius yang memerlukan perawatan medis intensif.

Dampak Pandemi:

  • Banyak ruang publik ditutup, termasuk sekolah.
  • Semua kegiatan pembelajaran beralih menjadi daring (online).

Cara Mengendalikan Penularan Covid-19

  • Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah berkegiatan.
  • Melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi positif.
  • Meningkatkan imunitas dengan mengonsumsi vitamin, sayur, dan buah.
  • Melengkapi dengan vaksinasi Covid-19.

5 Fakta Vaksin Covid-19

1. Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh kita untuk melawan penyakit.
2. Vaksin aman dan efektif karena telah diuji klinis sesuai standar WHO serta otoritas nasional.
3. Vaksin Covid-19 dikembangkan dengan cepat berkat kerja sama global.
4. Semua vaksin yang disetujui WHO terbukti melindungi penerimanya dari sakit berat akibat Covid-19.
5. Vaksin yang ada diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap varian baru virus Covid-19.

Bahaya Membakar Sampah

Membakar sampah rumah tangga tidak hanya menghasilkan asap, tapi juga:

  • Serpihan plastik yang beterbangan.
  • Jelaga (sisa pembakaran berwarna hitam).
  • Bau menyengat.

Gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan:

  • Iritasi mata dan hidung.
  • Batuk.
  • Sakit kepala.
  • Kesulitan bernapas.

Kapasitas Paru-Paru

Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru untuk menampung udara yang masuk ke dalamnya.

Bayangkan paru-paru seperti balon. Ukuran diameter balon saat kita tiup menggambarkan kapasitas paru-paru kita.

Faktor yang memengaruhi kapasitas paru-paru:

  • Aktivitas fisik (olahraga rutin).
  • Usia.
  • Jenis kelamin.
  • Kondisi kesehatan tubuh.

Gaya Hidup yang Merusak Sistem Pernapasan

Merokok & Vape

  • Rokok maupun vape sama-sama menyebabkan ketergantungan dan merusak saluran pernapasan.
  • Bahayanya tidak hanya dirasakan perokok aktif. Perokok pasif pun ikut terdampak.
  • Gangguan yang ditimbulkan: bronkitis, laringitis, hingga kanker paru.

Jarang Berolahraga

  • Tanpa olahraga, paru-paru tidak terlatih bekerja maksimal dan kapasitasnya menurun.
  • Olahraga rutin membuat otot pernapasan lebih kuat dan tubuh lebih efisien menggunakan oksigen.

Tinggal di Tempat Lembap & Berdebu

  • Tempat lembap dan kurang sinar matahari menjadi sarang jamur dan bakteri.
  • Kondisi ini memicu berkembangnya bakteri penyebab pneumonia dan tuberkulosis, serta memperparah asma dan alergi.

Bahaya Rokok dan Vape

  • Terdapat 70 juta perokok aktif di Indonesia, dan 7,4 persen di antaranya berusia 10-18 tahun.
  • Rokok dan rokok elektronik (vape) menimbulkan efek negatif terhadap organ pernapasan, diantaranya gangguan jantung, paru-paru, bahkan kanker.

PERBEDAAN ROKOK DAN VAPE

Rokok

  • Menghasikan asap dari pembakaran tembakau
  • Kandungan zat berbahaya: Nikotin, tar, dan karbon monoksida
  • Meninggalkan residu berupa abu
  • Menimbulkan efek ketergantungan
  • Menimbulkan gangguan jantung, paru, gangguan janin, dan potensi kanker.

Vape/Rokok Elektrik

  • Menghasikan uap dari cairan perasa dan nikotin yang dipanaskan
  • Kandungan zat berbahaya: Nikotin
  • Tidak meninggalkan residu
  • Menimbulkan efek ketergantungan
  • Menimbulkan gangguan jantung, paru, gangguan janin, dan potensi kanker.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.