Kemdiktisaintek Tantang Mahasiswa Sulteng Cari Solusi Persoalan Masyarakat Lewat Program Aksara
Regina Goldie August 14, 2026 02:21 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menantang mahasiswa di Sulawesi Tengah mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui Program Aksara Mahasiswa 2026.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI, Luthfi Ilham Ramdhani, saat sosialisasi dan bimbingan teknis penyusunan proposal Program Aksara Mahasiswa di Auditorium Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Jumat (14/8/2026).

Luthfi mengatakan mahasiswa dan dosen tidak cukup hanya mengusulkan program berdasarkan gagasan, tetapi harus mampu mengidentifikasi persoalan nyata yang ada di daerah.

Ia menyebut persoalan tersebut dapat berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. 

"Yang pertama adalah bagaimana rekan-rekan mahasiswa serta dosen dapat menghadirkan permasalahan yang ada di Sulawesi Tengah. Apakah di Palu, apakah di Poso, ataupun di Luwuk," kata Luthfi.

Menurutnya, proposal yang disusun juga harus melibatkan mitra sejak tahap awal.

Mitra tersebut diharapkan ikut dalam proses analisis masalah, penyusunan proposal hingga pelaksanaan Program Aksara Mahasiswa.

Baca juga: Unismuh Palu Jadi Tuan Rumah Program Aksara, Dorong Mahasiswa Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

Selain memahami persoalan masyarakat dan membangun kemitraan, mahasiswa juga diminta memanfaatkan teknologi serta inovasi hasil riset perguruan tinggi.

Teknologi dan inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil penelitian di kampus, tetapi dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

"Bagaimana teknologi inovasi hasil riset kampus dapat dibawa, diimplementasikan sebagai bagian dari solusi untuk permasalahan masyarakat," ujarnya.

Luthfi mengatakan Program Aksara Mahasiswa 2026 memiliki dua skema, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular.

Aksara Peduli diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat pada bidang strategis, sedangkan Aksara Sirkular berfokus pada penanganan sampah.

Ia mengingatkan mahasiswa dan dosen yang ingin mengikuti program tersebut agar tidak menunda pengajuan proposal.

Baca juga: Full Gaspol di Awal Agustus, MAXi Yamaha Day kembali Tebar Keseruan di Sumatera Selatan

"Kami harapkan dari Sulawesi Tengah ini dapat berpartisipasi dalam program ini," katanya.

Luthfi juga mengajak peserta memanfaatkan sesi coaching yang disiapkan dalam kegiatan sosialisasi untuk memperkuat substansi proposal sebelum diajukan.

Program Aksara Mahasiswa diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan hasil riset kampus secara langsung dalam kehidupan masyarakat.

Dengan begitu, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.