Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menjadi tuan rumah Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Unismuh Palu.
Sosialisasi dan bimbingan teknis berlangsung di Auditorium Unismuh Palu, Jl Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/8/2026).
Unismuh Palu diketahui berjarak sekira 3Km dari Pusat Kota Palu.
Lokasinya berada disebelah selatan tak jauh dari Gedung Gelora Bumi Kaktus dan Taman Hutan Kota Palu.
Pantauan TribunPalu.com, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Palu.
Baca juga: Resmob Tadulako Bekuk HE di Desa Tulo, Diduga Terlibat Kekerasan di Palu
Tampak para peserta mengenakan almamater berbeda-beda warna mewakili kampusnya masing-masing.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami mekanisme penyusunan proposal mahasiswa berdampak sekaligus mendorong pengabdian kepada masyarakat berbasis persoalan nyata.
Selain itu terdapat sesi materi bedah proposal agar para peserta mendapatkan pemahaman secara rinci dalam merancang Program Aksara Mahasiswa.
Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek RI, Luthfi Ilham Ramdhani, mengatakan Palu dipilih sebagai lokasi keenam pelaksanaan sosialisasi Program Aksara Mahasiswa.
Menurutnya, Palu memiliki karakteristik sebagai wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pelaksanaan program karena termasuk daerah rawan bencana.
Baca juga: Fazzio Goes to School Hadir di SMAN 6 Sigi, Siswa Nikmati Games hingga Service Gratis
"Tentu untuk Palu sendiri ada alasannya mengapa kami melaksanakan sosialisasi pada hari ini dengan berbagai karakteristik yang secara lokasi merupakan wilayah prioritas dan daerah rawan bencana," kata Luthfi.
Ia mengatakan pengalaman Palu menghadapi gempa bumi dan likuefaksi menjadi salah satu potensi yang dapat diangkat mahasiswa melalui Program Aksara Mahasiswa.
Program Aksara Mahasiswa 2026 memiliki dua skema, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular.
Aksara Peduli berfokus pada persoalan strategis nasional, sedangkan Aksara Sirkular diarahkan pada penanganan sampah.
Luthfi juga mendorong mahasiswa dan dosen di Sulawesi Tengah segera menyiapkan proposal karena batas waktu pengusulan hingga 27 Agustus 2026.
"Untuk call for proposal ini masih ada waktu 14 hari hingga tanggal 27 Agustus. Jadi silakan dimanfaatkan, jangan menyiapkan mendekati hari-hari terakhir," ujarnya.
Ia menekankan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan proposal.
Pertama, mahasiswa dan dosen harus mengangkat persoalan nyata yang ada di Sulawesi Tengah.
Kedua, peserta perlu mempersiapkan mitra yang terlibat sejak analisis masalah, penyusunan proposal hingga pelaksanaan program.
Baca juga: Proyek Pengendali Banjir Sungai Watutela-Paneki Sulteng Rampung, Ada Revetmen 18 Groundsill
Ketiga, teknologi dan inovasi hasil riset kampus perlu diimplementasikan sebagai bagian dari solusi untuk masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Unismuh Palu Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr Sudirman, mengatakan Program Aksara Mahasiswa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan dampak sosial melalui ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi.
"Ketika berbicara terkait dengan proses pembelajaran, belajar di dalam kelas tentu tidak cukup hanya ilmu, tetapi kita butuh bagaimana dampak sosial yang kita hasilkan kepada masyarakat," kata Sudirman.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi yang mampu menciptakan inovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Sudirman juga menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek yang telah mempercayakan Unismuh Palu sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Ia berharap perguruan tinggi dan mahasiswa di Sulawesi Tengah dapat bersama-sama menghadirkan karya serta solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)