KMP Putri Yasmin Terbakar, Warga Asal Sumba Selvina Rambu Mayi Belum Ditemukan 
Oby Lewanmeru August 14, 2026 02:38 PM

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Selvina Rambu Mayi (29), warga asal Sumba, Provinsi NTT yang adalah salah satu korban terbakarnya KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok Rabu (12/8/2026) sampai dengan Kamis (13/8/2026) belum ditemukan. 

Sehari setelah kejadian, adik Selvina, Delsi (25), masih setia menunggu kabar kakaknya di Pelabuhan Padangbai, Bali, Kamis (13/8/2026).

Ia berbaring di Kantor ASDP Pelabuhan Padangbai sambil menanti perkembangan pencarian Selvina. 

Sesekali air matanya menetes karena khawatir dengan kondisi kakak sulungnya.

"Semoga saja kakak saya selamat," ungkap Delsi.

Bagi Delsi, Selvina bukan sekadar kakak. Perempuan 29 tahun itu merupakan sosok pekerja keras yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung bagi keluarganya. 

Selvina merupakan anak sulung dari enam bersaudara. Selama ini, ia bekerja di sebuah laundry di kawasan Nusa Dua, Bali.

Baca juga: Rekrutan Teranyar Bali United Thomas Lam Siap Tampil Perdana Lawan Sabah FC

Sebelum tragedi KMP Putri Yasmin terjadi, Selvina sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang kampung ke Sumba Barat bersama suaminya. Ia pulang untuk menjalani prosesi pernikahan adat. 

Dalam perjalanan tersebut, Selvina berangkat dari Bali bersama empat orang kerabatnya. Namun, perjalanan menuju kampung halaman itu berubah menjadi musibah setelah KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok.

Hingga Kamis 13 Agustus 2026, keluarga masih menunggu kabar keberadaan Selvina yang masuk dalam daftar penumpang yang belum ditemukan.

Empat Kerabat Selamat, Selvina Masih Hilang 

Kerabat Selvina, Feri (29), terlihat lebih tegar.

Ia terus berkoordinasi dengan petugas di Pelabuhan Padangbai untuk mengetahui perkembangan pencarian terhadap lima anggota keluarganya yang berada di kapal.

"Keluarga saya berangkat 5 orang, 4 selamat dan dievakuasi ke Lembar kemarin. Sementara Selvina masih hilang kontak dengan kami. Masih proses pencarian," ujar Feri, Kamis 13 Agustus 2026.

Feri menceritakan, lima kerabatnya berangkat dari Pelabuhan Padangbai pada Rabu 12 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.

Sekitar pukul 04.00 Wita, keluarga mereka mendapatkan video yang dikirim oleh salah seorang kerabat yang berada di dalam KMP Putri Yasmin.

Saat itu, keluarga di darat masih tertidur dan belum mengetahui kondisi mencekam yang terjadi di atas kapal.

"Jam setengah 4 pagi, adik saya yang di kapal (KMP Putri Yasmin) kirim video di grup whatApps. Kami semua saat itu masih tidur," ungkapnya.

Dalam video tersebut, sang adik tampak menangis dan menyampaikan bahwa kapal akan meledak.

Ia juga telah menggunakan jaket pelampung dan diminta untuk terjun ke laut.

"Di video itu, ia mengatakan diminta terjun ke laut dan meminta doa agar selamat. Adik saya dan 3 orang lainnya selamat dievakuasi ke Lembar. Lagi seorang lagi sepupu saya (Selvina) belum ada labar," jelasnya.

Keluarga Masih Bertahan di Padangbai Menunggu Kabar

Setelah mengetahui tragedi tersebut, Feri langsung bergegas menuju Pelabuhan Padangbai pada Rabu pagi.

Hingga Kamis 13 Agustus 2026, ia masih bertahan di Padangbai bersama keluarga untuk menunggu kabar mengenai keberadaan Selvina.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, keluarga hanya bisa berharap Selvina segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Informasi terakhir, tim SAR masih mengerahkan beberapa tim untuk pencarian. Kami sangat berharap, ia (Selvina) bisa selamat," harapnya.

Bagi keluarga, setiap kabar dari tim pencarian menjadi harapan baru.

Di Pelabuhan Padangbai, Delsi dan Feri masih menanti satu kabar yang paling mereka harapkan: Selvina ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. (Tribun-Bali.Com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.