Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung ingin mengemas potensi wisata alam, kuliner, dan budaya secara terpadu untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Baca juga: Gembong Narkoba Bos Gendut Ditangkap Saat Sedot Lemak di Klinik Kecantikan
Upaya tersebut menjadi bagian dari target menjadikan Lampung sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia melalui Festival Krakatau XXXV Tahun 2026.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, kekayaan wisata yang dimiliki Lampung harus dikembangkan dalam sebuah ekosistem yang saling terhubung, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Menurut Jihan, pengalaman sejumlah negara seperti Thailand menunjukkan bagaimana wisata alam, kuliner, belanja, dan budaya dapat dikemas dalam satu ekosistem sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan selama berada di suatu daerah.
"Pak Gubernur memberikan intervensinya jelas, bahwa infrastruktur menuju ke arah pariwisata diperbaiki, kemudian ekosistem pariwisata diintegrasikan melalui pendidikan, budaya, dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menjadikan Lampung, selain sektor pertaniannya yang unggul, pariwisatanya juga kita ingin menjadi yang terbaik di Indonesia," tegas Jihan saat Press Conference Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Els Coffee Roastery, Jalan Soekarno Hatta, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026).
Ia menilai penguatan sektor tersebut penting karena pariwisata diposisikan sebagai salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi Lampung di luar sektor pertanian. Festival Krakatau pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu memperluas manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Jihan mengatakan keberhasilan penyelenggaraan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas ekonomi.
"Target kita jelas, wisatawan bertambah, lama tinggal meningkat, UMKM bertumbuh, dan transaksi bisnis meningkat," kata Jihan.
Karena itu, Pemprov Lampung meminta berbagai dampak pelaksanaan Festival Krakatau dicatat secara terukur. Data tersebut mencakup nilai transaksi UMKM, jumlah pengunjung hingga jangkauan media sosial yang nantinya menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
"Semua dampak, mulai dari nilai transaksi UMKM, jangkauan media sosial, hingga data jumlah pengunjung harus terarsip dengan baik sebagai data evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang," lanjutnya.
Untuk mendukung penyelenggaraan festival, Pemprov Lampung juga mengandalkan pembiayaan berbasis kolaborasi. Jihan menyebut hampir 95 persen anggaran Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 dihimpun melalui kerja sama dengan sektor swasta, BUMN, BUMD, dan mitra terkait.
"Festival Krakatau ini salah satu bentuk event yang memang diselenggarakan dengan modal kolaborasi. Hampir 95 persen modal anggaran untuk menyukseskan Festival Krakatau ini dari modal kolaborasi, terhimpun dari berbagai sektor swasta, BUMD, BUMN, dan mitra terkait," ujar Jihan.
Dengan pendekatan tersebut, Pemprov Lampung berharap Festival Krakatau dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam potensi daerah sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)