Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang siap menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Bengkulu.
Hal tersebut disampaikan Zurdi usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang difasilitasi DPRD Kabupaten Kepahiang.
"Kita ucapkan terima kasih kepada pimpinan DPRD dan anggota yang telah memfasilitasi hari ini untuk mendengar pidato kenegaraan Presiden Indonesia dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-81," ucap Nata pada Jumat (14/8/2026).
Menurut Zurdi, salah satu poin penting yang disampaikan dalam pidato Presiden yakni terkait program swasembada pangan yang ditargetkan dapat terwujud dalam empat tahun.
Namun, capaian program tersebut disebut sudah menunjukkan hasil dalam tahun pertama pelaksanaannya.
"Beliau tadi menyampaikan salah satunya program swasembada pangan yang targetnya empat tahun, alhamdulillah satu tahun sudah terealisasi," ungkap Nata.
Terdapat delapan komoditas pangan yang telah mencapai swasembada, mulai dari beras, cabai rawit, cabai, bawang merah, telur, ayam, jagung hingga gula.
"Tadi ada delapan swasembada pangan yang telah terealisasi termasuk beras, cabai rawit, cabai, bawang merah, telur, ayam, jagung dan gula," jelas Nata.
Baca juga: Pemkab Kepahiang Siapkan Rp3 Miliar untuk Tambah 250 Lampu Jalan di 2 Kecamatan
Selain sektor pangan, Zurdi juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang dalam pidato Presiden disebut telah mencapai 5,61 persen.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk ikut mendukung program prioritas pemerintah pusat melalui kebijakan yang diterapkan di Kabupaten Kepahiang.
"Dari pidato tersebut tentunya kita harus linear dengan pemerintah pusat karena program kita harus sinkron dengan pusat dan provinsi. Intinya kita mendukung program pemerintah pusat, apapun program prioritas yang diimplementasikan ke daerah," tegas Nata.
Berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, sejumlah lahan persawahan petani yang sebelumnya hanya dapat melakukan panen satu hingga dua kali dalam setahun kini mulai didorong untuk dapat panen hingga tiga kali dalam setahun.
"Kondisi swasembada pangan kita juga ada peningkatan dari segi beras. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian yang selama ini sawah petani kita panennya sekali atau dua kali setahun bisa tiga kali setahun," ungkap Nata.
Selain meningkatkan intensitas panen sawah, Pemkab Kepahiang juga mulai mendorong pengembangan padi gogo sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan daerah.
"Dan juga ada penambahan padi gogo untuk swasembada pangan kita," pungkas Nata.
Pemkab Kepahiang berharap peningkatan produksi berbagai komoditas pangan tersebut dapat terus berlanjut sehingga turut memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Pemkab Kepahiang siap menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Bengkulu.