AS Disebut Kehilangan 45 Drone MQ-9 Reaper selama Perangi Iran, Kerugian Tembus Rp 23 Triliun
valencia frida varendy August 14, 2026 04:42 PM

- Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan kehilangan sedikitnya 45 drone tempur MQ-9 Reaper selama perang dengan Iran. Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperempat armada MQ-9 Reaper yang dimiliki AS sebelum konflik.

Nilai kerugian dari puluhan drone itu diperkirakan mencapai lebih dari 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun.

Laporan The Washington Post (14/8/2026) mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui kondisi armada drone militer Amerika Serikat.

MQ-9 Reaper merupakan salah satu drone utama AS.

Pesawat tanpa awak ini digunakan untuk pengintaian, pengawasan, pengumpulan intelijen, hingga serangan terhadap target militer.

Sebelum perang dengan Iran, AS memiliki sekitar 185 unit MQ-9 Reaper.

Jumlah tersebut terdiri atas 165 unit milik Angkatan Udara AS dan 20 unit yang dioperasikan Korps Marinir.

Namun, jumlah MQ-9 milik Angkatan Udara kini disebut turun menjadi sekitar 135 unit.

Meski puluhan MQ-9 Reaper hilang dalam konflik, tidak semuanya dipastikan ditembak jatuh.

Seorang pejabat AS menyebut sebagian drone hilang setelah operator kehilangan koneksi dengan pesawat saat menjalankan misi.

Dengan demikian, belum diketahui secara pasti berapa drone yang hancur akibat serangan dan berapa yang hilang karena masalah komunikasi.

Hilangnya 45 MQ-9 Reaper menambah tekanan terhadap kemampuan militer AS.

Drone tersebut bukan satu-satunya alutsista yang digunakan secara besar-besaran selama perang.

AS juga dilaporkan menghabiskan ratusan rudal jelajah Tomahawk serta rudal pencegat Patriot dan THAAD.

Kondisi itu membuat stok persenjataan AS semakin terbebani. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.