TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tepat 30 tahun lalu, Wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Safrudin berjuang melawan sakitnya di RS Bethesda Yogyakarta setelah dianiaya sejumlah orang di dekat rumah di Bantul.
Wartawan yang biasa disapa dengan panggilan Udin dianiaya pada tanggal 13 Agustus 1996 malam.
Namun takdir berkata lain, tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit, Udin berpulang.
Setelah 30 tahun berlalu, kasus pembunuhan Udin belum pernah terungkap.
Upaya yang dilakukan oleh sejumlah pihak, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY yang untuk mengungkap dalang di balik penganiayaan yang menewaskan Udin hingga kini belum membuahkan hasil.
Pihak keluarga kini tak bisa berharap banyak kasus yang menewaskan Udin bisa terungkap.
Saat ini, pihak keluarga hanya berharap langkah dari PWI DIY untuk mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional bisa segera terwujud.
Hal itu disampaikan langsung oleh adik almarhum Udin, Nur Fauzan, menghadiri acara pemberian nama aula gedung PWI DIY dengan nama Fuad Muhammad Safrudin pada Jumat (14/8/2026) siang.
Peresmian nama Aula Fuad Muhammad Safrudin di gedung PWI DIY dilaksanakan langsung oleh Ketua PWI DIY Hudono, dan dihadiri langsung oleh pihak keluarga almarhum Udin dan sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Fauzan pesimis kasus pembunuhan terhadap kakaknya bisa terungkap jika penanganannya diserahkan kepada aparat kepolisian.
" Selama di Indonesia itu penyelidik (kasus kriminal) hanya satu institusi, kalau ada kasus ketanggor ( tersangkut) sama pejabat, tidak akan pernah terungkap,"katanya.
Kini, Fauzan hanya berharap upaya PWI DIY yang mengusulkan almarhum Udin menjadi pahlawan nasional di bidang pers bisa segera terwujud.
" Semoga perjuangan dari PWI untuk memperjuangan status Mas Udin lebih jelas, lebih jelas untuk menjadi pahlawan nasional,"imbuhnya.
Baca juga: PWI DIY Usulkan Wartawan Udin Jadi Pahlawan Nasional
Sementara itu Ketua PWI DIY Hudono mengungkapkan sosok almarhum Udin bagi PWI DIY adalah pahlawan pers nasional meski saat ini pengusulannya baru mulai berjalan.
Sosok Udin layak diteladani oleh insan pers saat ini. Dedikasinya yang menyuarakan kebebasan pers layak ditiru oleh insan-insan pers.
" PWI DIY sudah memberi gelar bagi Udin sebagai pahlawan pers nasional,"tegas Hudono saat memberikan sambutan dalam peringatan 30 tahun wafatnya Udin di kantor PWI DIY.
Hudono mengungkapkan, kasus pembunuhan terhadap Udin sudah terjadi 30 tahun yang lalu dan hingga saat ini belum pernah terungkap siapa pelaku dan dalangnya.
Meski banyak pihak yang menyebut kasusnya sudah kadaluarsa, bagi insan pers, kata Hudono, pengungkapkan kebenaran tidak pernah mengenal kadaluarsa.
" Bagi kami jurnalis, mengungkap kebenaran tidak pernah kenal kadaluarsa,"tegasnya.
Saat ini, kata Hudono, PWI DIY sudah mulai memproses pengusulan Udin sebagai pahlawan nasional dengan membentuk tim adhoc.
Selain itu, PWI DIY juga secara khusus menganugerahkan nama Fuad Muhammad Safrudin sebagai nama Aula di gedung PWI DIY.
Pemberian nama aula gedung PWI DIY ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi Udin terhadap dunia pers, terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan pers.
Selain memberikan nama Aula PWI DIY dengan nama Fuad Muhammad Safrudin, memperingati 30 tahun wafatnya Udin ini, PWI DIY juga memasang tetenger Pahlawan Pers Nasional di makam Udin di Bantul.
" Bukan sekedar ruang biasa, Aula Fuad Muhammad Safrudin ini adalah ruang untuk merawat nilai-nilai perjuangan Udin dalam memperjuangan kemerdekaan pers. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi wartawan untuk meneladani perjuangan Udin,"ucapnya.
Sementara itu Penyuluh Sosial Dinsos DIY Sapto Parjono mengapresiasi PWI DIY yang konsisten untuk memperjuangan gelar pahlawan bagi Udin.
Dinsos DIY, kata Sapto, siap untuk memproses pengajuan usulan gelar pahlawan nasional bagi Udin yang saat ini tengah diproses oleh PWI DIY.
Namun sebelum masuk ke tingkat Dinsos DIY, proses pengusulan itu memang harus dilaksanakan dari tingkat kabupaten dan membutuhkan perjuangan keras.
" Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Jika nanti proses itu sampai ke kami (Dinsos DIY) kami siap untuk menindaklanjutinya,"ucapnya. (*)