Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan memperbaiki 10 ribu puskesmas di 7.285 kecamatan pada 2027.
"Kita akan merenovasi seluruh puskesmas di seluruh Indonesia. Ternyata, puskesmas kita sudah puluhan tahun tidak diperbaiki," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan dan Penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Puskesmas juga menjadi tempat pertama masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan dasar.
“Puskesmas harus menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan bangsa. Puskesmas adalah pintu pertama negara ketika rakyat sakit,” ujarnya.
Puskesmas juga melakukan upaya preventif atau mencegah sebelum jatuh sakit seperti pemeriksaan kehamilan, imunisasi bayi, pemantauan pertumbuhan anak, hingga deteksi penyakit sejak dini.
Ia mengatakan masing-masing puskesmas akan memperoleh anggaran perbaikan Rp 4 miliar. Namun ada pengecualian untuk puskesmas yang berada di wilayah 3T (terpencil, terluar dan tertinggal).
"Namun daerah yang lebih terpencil , terluar dan tertinggal harus mendapat lebih," katanya.
Renovasi Labkes
Selain memperbaiki puskesmas, pemerintah juga akan merenovasi atau membangun 514 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) di seluruh kabupaten dan kota.
Prabowo menargetkan program renovasi puskesmas dan labkesmas tersebut dapat selesai paling lambat pada 2030.
Ambulans dan Dokter Terbang
Prabowo juga mengungkapkan bakal menghadirkan ambulans udara menggunakan helikopter atau pesawat kecil. Sehingga bisa mendarat di tempat sulit atau membantu ibu yang melahirkan di tempat terpencil.
"Kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter atau pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan rumput, lapangan pasri dan mendarat di pinggir sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakusi saat sakit," tutur Prabowo.
Bahkan, dia ingin ada terobosan invasif seperti tim dokter terbang sehingga tenaga medis yang mendatangi pasien sakit keras.
“Untuk itu, kita harus mencari terobosan inovatif. Salah satu jalan dengan ambulans udara dan tim dokter terbang. Kalau perlu, dokter yang berangkat ke tempat, dokter sakit keras atau menghadapi bencana,” katanya.
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” kata Prabowo.