Kondisi Siswa SD Trenggalek Diduga Keracunan MBG Membaik, Diare dan Muntah Berangsur Hilang
faridmukarrom August 14, 2026 02:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Kondisi SA (11), siswa sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berangsur membaik.

Saat ini, siswa kelas V SD tersebut masih menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Sebelumnya, SA sempat mengalami diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali setelah mengonsumsi makanan program MBG.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, yang menjenguk SA di rumah sakit pada Kamis (13/8/2026), menyebut kondisi anak tersebut jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali dirawat.

"Iya, kita menjenguk. Ada satu adik kita yang sekolah di SD itu, kelas 5. Alhamdulillah kondisinya sudah bagus," ujar Doding Rahmadi.

Baca juga: Jenazah di Sungai Brantas Tapan Tulungagung Terungkap, Ternyata Pemancing Hilang Sejak Juli 2026

Menurut Doding, frekuensi diare yang dialami SA kini menurun drastis. Jika sebelumnya lebih dari 10 kali, kini hanya terjadi sekitar dua kali dalam sehari. Selain itu, keluhan pusing dan muntah juga sudah tidak dirasakan lagi.

"Hari ini diarenya dua kali. Tapi pusingnya sudah tidak pusing lagi, muntahnya juga sudah enggak muntah. Terus makan juga sudah bagus," ulasnya.

Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

Doding berharap hasil pemeriksaan laboratorium segera keluar agar tim medis dapat memastikan kondisi kesehatan SA secara menyeluruh.

Jika perkembangan kesehatannya terus menunjukkan tren positif, ia berharap siswa tersebut dapat segera diperbolehkan pulang oleh dokter.

"Semoga hasil lab-nya sudah keluar. Nanti dokter yang menentukan, tetapi kondisinya sudah bagus. Mudah-mudahan kalau sesuai dengan ini, kelihatan kondisinya benar-benar besok kita berharap sudah bisa pulang," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa keluarga berharap SA segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Harapannya ya cepat sembuh, itu saja. Apalagi kondisinya sudah bagus," tuturnya.

Biaya Perawatan Ditanggung BPJS Kesehatan

Terkait biaya pengobatan, Doding memastikan keluarga tidak mengalami kendala karena SA telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Untuk biayanya sudah pakai BPJS. Itu kan sudah punya BPJS keluarganya. Jadi enggak masalah untuk biayanya," jelasnya.
Mengenai kemungkinan trauma setelah mengalami gangguan kesehatan tersebut, Doding memilih fokus pada proses pemulihan kondisi fisik anak.

"Enggak ya. Namanya sakit ya sakit. Yang penting sehat dulu," pungkasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Riza Maulina, menyampaikan bahwa kondisi SA saat ini sudah jauh lebih stabil.

Keluhan muntah dan diare telah berhenti, sementara suhu tubuh juga sudah kembali normal. Namun, pasien masih merasakan mual dan nyeri pada bagian ulu hati.

"Alhamdulillah, kondisi terkini aman, ya. Tadi waktu visite juga sudah tidak pusing lagi, tidak muntah. Yang dirasakan masih mual, nyeri ulu hati masih ada," jelasnya.

Terkait penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami SA, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Meski demikian, dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan adanya peningkatan jumlah sel darah putih.

"Leukosit agak meningkat tetapi untuk bakterinya ya belum diketahui," akuinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.