Siswa Morowali Utara Korban Tembakan Senapan Angin Jalani Operasi, Keluarga Ditagih Rp42 Juta
Fadhila Amalia August 14, 2026 04:09 PM

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI UTARA - Keluarga seorang siswi asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tengah menghadapi persoalan biaya pengobatan setelah anak mereka kehilangan mata kanan akibat terkena tembakan senapan angin.

Siswi berinisial A masih duduk di kelas III SMK tersebut harus menjalani operasi pengangkatan mata kanan di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Setelah menjalani operasi, keluarga justru dibuat kebingungan lantaran mendapat informasi mengenai biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp42 juta.

Baca juga: Siswi Korban Tembakan Senapan Angin Jalani Operasi di Makassar, Keluarga Kaget Ditagih Rp42 Juta

Keluarga korban, Mastin Lamato merupakan bibi A, mengatakan persoalan tersebut menjadi beban baru setelah keluarga harus menerima kenyataan bahwa keponakannya kehilangan salah satu matanya.

Menurut Mastin, insiden bermula ketika A bermain senapan angin bersama rekannya.

Senapan yang digunakan sempat dianggap tidak memiliki peluru.

Namun, senapan tersebut ternyata masih dapat melontarkan proyektil hingga mengenai bagian mata A.

Akibat kejadian tersebut, A harus mendapatkan perawatan medis hingga menjalani operasi pengangkatan mata kanan di Makassar.

Di tengah proses pengobatan, keluarga juga sempat menghadapi kendala administratif terkait permintaan kronologis kejadian dari BPJS Kesehatan.

Mastin mengatakan pihak keluarga kemudian berkoordinasi dengan Polsek Lembo dan diarahkan ke SPKT Polres Morowali Utara untuk mendapatkan dokumen kronologis kejadian.

Kepolisian selanjutnya menerbitkan kronologis yang diharapkan dapat membantu proses administrasi pengobatan A.

Namun, persoalan kembali muncul ketika keluarga hendak membawa A pulang setelah menjalani operasi.

Padahal, sebelumnya A dirujuk dari Morowali Utara menggunakan ambulans rujukan dan didampingi perawat dari RSUD Kolonodale.

Baca juga: 1,5 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Banggai, Hasil Penangkapan Selama 8 Bulan

Keluarga juga mengaku mendapat informasi bahwa biaya pengobatan A akan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.

“Sebenarnya keluar hari ini, tapi kendala soal pembayarannya yang kami harap ditanggung BPJS, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Rincian sementara sekitar Rp42 juta,” ujar Mastin, Kamis (13/8/2026).

Menurut Mastin, keluarga diberi waktu hingga Jumat (14/8/2026) untuk menyelesaikan persoalan pembayaran tersebut.

Kondisi itu membuat keluarga semakin cemas.

Di satu sisi mereka harus mendampingi A masih berusia sekolah dan baru saja kehilangan mata kanannya, sementara di sisi lain mereka harus mencari biaya pengobatan puluhan juta rupiah.

Mastin pun berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat memberikan perhatian dan membantu mencarikan solusi atas persoalan tersebut.

“Kalau bisa bantu dulu kami, Pak. Sampaikan ke Pak Gubernur Sulteng dan Pak Bupati Morowali Utara. Kami diberikan waktu sampai besok. Kami punya keponakan sudah kehilangan mata, sekarang kami menghadapi pergumulan, di mana mau ambil uang sebanyak itu,” ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Tolitoli Dekati Perkebunan Cengkeh Warga, AWC Dikerahkan

Sementara itu, orang tua dari pelaku penembakan sebelumnya telah sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan juga tengah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak RSUD Kolonodale.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.