TRIBUNJAKARTA.COM - Jajanan sekolah menjadi perhatian Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta.
Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, BBPOM di Jakarta melakukan intervensi keamanan pangan pada 14 sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA di wilayah Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dikemas melalui program Mobil Pengawasan Jajanan Anak Sekolah (Monas).
Program ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan di lingkungan satuan pendidikan.
Kepala BBPOM di Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra mengatakan, pengawasan dilakukan dengan memeriksa pangan jajanan sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar.
Menurutnya, edukasi tersebut penting agar siswa mampu memilih makanan yang aman dan menjadi konsumen yang cerdas.
"Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya kami, untuk memastikan pangan yang dikonsumsi peserta didik memenuhi ketentuan keamanan pangan," ujar Jeffeta, seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Jeffeta mengatakan pengawasan terhadap jajanan sekolah menjadi bagian dari upaya BBPOM untuk memastikan makanan yang dikonsumsi peserta didik memenuhi ketentuan keamanan pangan.
Selain melakukan pemeriksaan, BBPOM juga terus mendorong keterlibatan pihak sekolah dan pemangku kepentingan.
Menurut Jeffeta, sinergi tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda dalam memilih pangan.
"Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya kami, untuk memastikan pangan yang dikonsumsi peserta didik memenuhi ketentuan keamanan pangan," katanya.
Melalui program Monas, pengawasan tidak hanya menyasar pangan jajanan, tetapi juga diikuti edukasi kepada siswa dan pengelola kantin.
Dengan begitu, kesadaran mengenai keamanan pangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan saja.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Kepala SDN Duri Pulo 04, Masnah Saragih menilai program Monas menjadi langkah preventif bagi warga sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai keamanan pangan kepada siswa maupun pengelola kantin.
"Kegiatan ini memberikan pengetahuan yang sangat penting bagi siswa maupun pengelola kantin," pungkasnya.
BBPOM di Jakarta berharap pengawasan dan edukasi keamanan pangan di lingkungan sekolah dapat terus diperkuat melalui kerja sama dengan satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan.