Siapa Pembawa Baki, Pengibar dan Pengerek Bendera, Pelatih Paskibraka Tarakan Masih Rahasiakan
Adhinata Kusuma August 14, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Siapa yang akan dipercaya menjadi pembawa baki, pengibar hingga pengerek bendera dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, masih menjadi teka-teki.

Hingga Jumat (14/8/2026), pelatih Paskibraka Tarakan belum menetapkan nama peserta yang akan mengisi posisi-posisi tersebut secara terbuka.

Serma Maman Setiawan, pelatih dari Kodim 0907/Tarakan, mengatakan sebenarnya para pelatih sudah memiliki gambaran peserta yang dinilai mampu mengisi posisi tertentu.

Namun, nama tersebut belum disampaikan kepada para Capaskibraka.

“Siap. Ada 3. Ada Pasukan 17, ada Pasukan 8, dan ada Pasukan 45. Kalau untuk posisi adik-adik Capas Paskibraka ini sebetulnya sudah kami pilih. Namun penentuannya nanti. Pada hari pengumuman, semuanya harus siap," tegas Serma Maman Setiawan.

Baca juga: Hari Terakhir Latihan Capaskibraka,  Formasi 81 Bakal Warnai Pengibaran Bendera HUT RI di Tarakan

Ia menjelaskan, semua peserta dilatih bertugas di semua posisi dan semua sudah diajarkan pelatih. 

Dengan metode tersebut, seluruh peserta tetap dipersiapkan untuk menjalankan berbagai posisi.

Termasuk peserta perempuan yang harus siap apabila dipercaya menjadi pembawa baki maupun peserta lainnya yang akan mengisi posisi pengibar, pengerek dan pembentang.

Maman menjelaskan, penunjukan pembawa baki dan posisi lainnya belum diputuskan secara final.

Para pelatih akan kembali melakukan rapat untuk menentukan siapa yang dianggap paling tepat mengemban tugas tersebut.

“Kemungkinan nanti kita ada rapat lagi dengan pelatih yang lain, sekiranya siapa yang akan ditunjuk sebagai pembawa baki dan pembentang dan lainnya. Nah, itu nanti perlu kita rapatkan kembali. Karena kaitannya dengan pelaksanaan dan  besok pagi masih gladi,” jelasnya.

Artinya, gladi menjadi salah satu tahap penting sebelum nama-nama tersebut diputuskan.

“Besok masih gladi. Jadi harapannya nanti kita akan lihat sampai sore ini, apakah dari pelatih lain ada yang perlu disampaikan lagi, pilih yang mana lagi. Nah, itu nanti insya Allah,” ujarnya.

Penentuan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan para pelatih.

Setelah menjalani gladi pada pagi hari, Capaskibraka Tarakan dijadwalkan mengikuti pengukuhan pada siang dan sore harinya.

Ketika ditanya apakah nama peserta yang mendapatkan tugas khusus juga berpeluang diumumkan saat pengukuhan, Maman mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan.

BERI PENGARAHAN - Pelatih Capaskibraka 2026 Kota Tarakan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta di hari terakhir latihan, Jumat (14/8/2026). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
BERI PENGARAHAN - Pelatih Capaskibraka 2026 Kota Tarakan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta di hari terakhir latihan, Jumat (14/8/2026). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

Maman menjelaskan, penentuan posisi tidak dilakukan sejak awal karena seluruh peserta harus memahami setiap tugas dalam pasukan.

“Iya, aturannya dalam pelaksanaan pemilihan makanya jarang kita tentukan langsung di awal. Karena kita mengajari mereka bukan hanya ‘ini sebagai ini, ini sebagai ini’, bukan. Tetapi semuanya harus belajar,” jelasnya.

Menurutnya, peserta perlu memahami bagaimana rasanya menjalankan setiap posisi, mulai dari pembawa baki, pengibar bendera hingga posisi komando dalam Pasukan 17.

“Pemikirannya harus semuanya tahu merasakan bagaimana sebagai pembawa baki, terus pengibar benderanya, ataupun sebagai Danpol-nya 17. Jadi semuanya harus tahu,” lanjut Maman.

Tahun ini terdapat 33 Capaskibraka Tarakan yang dinyatakan lulus.

Seluruh Peserta Dilatih Sama 

Jumlah tersebut terdiri dari 16 peserta putra dan 17 peserta putri. 

Dari jumlah tersebut, 25 peserta ditempatkan di Pasukan 17, sementara delapan peserta berada di Pasukan 8.

“Nah, pembagiannya di Pasukan 17-nya mereka tuh ada 25 orang di Pasukan 17, 8-nya ada di Pasukan 8,” jelasnya.

Namun, pembagian pasukan tersebut belum otomatis menentukan siapa yang akan mendapatkan tugas khusus sebagai pengibar, pengerek, pembawa baki maupun posisi lainnya.

Sebab, seluruh peserta tetap dilatih agar memiliki kemampuan menjalankan setiap tugas.

Maman mengatakan, kondisi Paskibraka di daerah juga berbeda karena personel untuk pengibaran dan penurunan menggunakan orang yang sama.

Karena itu, peserta tidak boleh merasa sudah pasti mendapatkan satu posisi tertentu.

Metode tersebut sekaligus membuat seluruh Capas harus terus memberikan kemampuan terbaik hingga tahap akhir penentuan.

Selain pembawa baki, perhatian juga tertuju pada posisi pengibar dan pengerek bendera.

Maman memastikan seluruh peserta sudah mendapatkan pembekalan untuk berbagai tugas.

Dalam prosesnya, pelatih akan melihat kemampuan masing-masing peserta sebelum menentukan siapa yang paling tepat mengemban tugas. (*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.