Ketika Prabowo Pamer Capain, Rumah Reyot Warga Manado Diperbaiki Negara
Firmauli Sihaloho August 14, 2026 04:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah perkembangan yang telah dicapai pemerintah selama 21 bulan masa kerja.

Di sisi lain, ia juga menyoroti berbagai pekerjaan yang masih perlu dituntaskan.

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah program perbaikan rumah tidak layak huni melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang lebih dikenal masyarakat sebagai program bedah rumah.

Program yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka menjadi lebih aman, sehat, dan layak dihuni.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga secara khusus menghadirkan Thelma Humena, salah satu penerima manfaat program bedah rumah yang berasal dari Manado, sebagai bagian dari penyampaian capaian program tersebut.

Ia dihadirkan ke Gedung Parlemen di Jakarta bersama dengan beberapa warga lain yang merupakan perwakilan penerima sejumlah bantuan pemerintah pusat.

"Hadir bersama kita hari ini Ibu Thelma Humena dari Kota Manado," ucap Prabowo dalam orasinya, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Karhutla Belum Padam, Satgas Kerahkan Pemadaman Darat dan Helikopter Water Bombing di Riau

Baca juga: Karhutla Mengancam Riau, Plt Gubri Khawatir Asap Nyebrang ke Negara Tetangga

Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

Ia bercerita, Thelma Humena bersama dengan keluarganya awalnya tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak.

Setelah masuk dalam daftar penerima bantuan bedah rumah, rumah lamanya itu kemudian direnovasi besar-besaran dalam program BSPS.

"Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atap yang rusak. Melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu," ungkap Prabowo.

Prabowo mengklaim, sepanjang tahun 2026, pemerintah telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau bantuan renovasi rumah yang menyasar 83.907 rumah.

"Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh," kata Prabowo.

Program bantuan bedah rumah ini disalurkan dalam bentuk pendanaan sebesar Rp 20 juta untuk kemudian dipakai memperbaiki hunian secara swadaya dengan skema stimulan dan gotong royong.

Dana bantuan ini bukan untuk membangun rumah baru secara utuh. Alokasi dana itu terbagi atas Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Program FLPP

Selain renovasi rumah melalui BSPS, Prabowo juga memaparkan pencapaian program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Prabowo bilang, program ini dirasakan banyak masyarakat menengah ke bawah, salah satunya oleh seorang penjual kelinci dari Kota Samarinda bernama Andre Kawaru.

Sebelumnya, menurut Prabowo, Andre tinggal di sebuah rumah kontrakan selama bertahun-tahun. Namun, sekarang ia sudah bisa membeli rumah murah berkat adanya FLPP.

"Bapak Andre Kawaru dari Samarinda, ia berdagang kelinci dari pasar ke pasar malam hari," beber Prabowo.

FLPP adalah program kredit pemilikan rumah subsidi dari pemerintah Indonesia yang dikelola oleh BP Tapera guna membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapatkan hunian layak.

Suku bunga FLPP adalah tetap sebesar 5 persen sampai lunas dan tenor panjang hingga 20 tahun, dan kini diperpanjang sampai 40 tahun.

"Bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan. Melalui KPR subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri," tegasnya lagi.

Diungkapkan Prabowo, banyak keluarga selama bertahun-tahun mendambakan memiliki rumah sendiri, namun terkendala harga rumah yang tak bisa dijangkau dengan penghasilan yang ada.

"Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan, martabat, dan masa depan," kata dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.