Dosen UNU Lampung Wujudkan Inovasi Kemandirian Pangan di Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo
Sri Hidayatun August 14, 2026 05:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM — Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung menunjukkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengembangan kemandirian pangan berbasis pondok pesantren.

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang memperoleh pendanaan Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP).

Melalui program tersebut, tim dosen UNU Lampung mengembangkan pilot project unit usaha ternak dan pengolahan ikan higienis di Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo sebagai upaya memperkuat kapasitas pesantren dalam membangun kemandirian pangan sekaligus mengembangkan potensi usaha berbasis agribisnis terintegrasi.

Program yang mengusung tema “Akselerasi Kemandirian Pangan Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo melalui Edukasi Agribisnis Terintegrasi: Pilot Project Unit Usaha Ternak dan Pengolahan Ikan Higienis” dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen lintas bidang UNU Lampung, yaitu Novia Ambarsari, S.P., M.Si. dari Program Studi Agribisnis, Arlin Wijayanti, S.Pi., M.Si. dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan Diah Reni Asih, S.Pt., M.Sc. dari Program Studi Peternakan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan aspek agribisnis, peternakan, dan pengolahan hasil perikanan dalam satu model pemberdayaan masyarakat.

Mengubah Potensi Pesantren Menjadi Kekuatan Pangan

Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lingkungan yang mendukung kemandirian pangan.

Ketersediaan lahan, keberadaan santri usia produktif, serta kebutuhan pangan harian pesantren menjadi modal yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.

Namun, potensi tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan belum terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis, sementara pengetahuan mengenai pengolahan hasil perikanan yang memenuhi prinsip higiene dan sanitasi juga masih perlu diperkuat.

Kondisi tersebut mendorong tim dosen UNU Lampung untuk menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada peningkatan keterampilan melalui praktik langsung.

UNU Lampung menunjukkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung menunjukkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengembangan kemandirian pangan berbasis pondok pesantren.

Belajar Agribisnis melalui Praktik Langsung

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan edukasi mengenai konsep agribisnis terintegrasi, pengelolaan unit usaha, pemanfaatan sumber daya, serta peluang pengembangan kegiatan produksi pangan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Pendekatan learning by doing diterapkan melalui demonstrasi dan praktik sehingga peserta dapat memahami sekaligus mencoba secara langsung keterampilan yang diberikan.

Pada bidang peternakan, peserta diperkenalkan dengan pengelolaan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), meliputi persiapan kandang, pemeliharaan, pemberian pakan, biosekuriti, kesehatan ternak, hingga pencatatan produksi.

Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan konsep Integrated Farming System (IFS) berbasis circular economy, yaitu menghubungkan kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan agar sumber daya dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.

Limbah peternakan, misalnya, dapat diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sedangkan hasil samping pertanian dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan. Konsep ini memperkenalkan kepada peserta bahwa kegiatan pangan dapat dikembangkan sebagai sebuah sistem yang saling mendukung.

Pengolahan Ikan Higienis untuk Meningkatkan Nilai Tambah

Komponen lain yang menjadi fokus kegiatan adalah pengolahan ikan secara higienis. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebersihan personal, sanitasi peralatan, pemilihan bahan baku, serta pengendalian kontaminasi selama proses pengolahan.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta kemudian mempraktikkan proses pengolahan ikan mulai dari penyiapan bahan baku, pencucian dan pemotongan, pembuatan bumbu marinasi, proses perendaman, hingga pengemasan produk.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada peluang pengembangan produk olahan ikan yang tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha pesantren.

Tidak Berhenti pada Pelatihan

Program PKM ini dirancang sebagai langkah awal menuju pengembangan unit usaha yang dapat dikelola secara berkelanjutan oleh pihak pesantren.

Tim mendorong keterlibatan pengurus dan santri dalam pengelolaan kegiatan serta penguatan tata kelola melalui penyusunan standar operasional prosedur, pencatatan produksi, dan pencatatan keuangan sederhana.

Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diarahkan untuk membangun kapasitas mitra agar mampu melanjutkan dan mengembangkan kegiatan secara mandiri.

Pengembangan unit usaha pangan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan internal pesantren sekaligus membuka peluang terciptanya produk bernilai ekonomi.

Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menerapkan kepakaran dosen untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kolaborasi dosen dari bidang agribisnis, teknologi hasil perikanan, dan peternakan menunjukkan bahwa persoalan kemandirian pangan membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Melalui kolaborasi tersebut, aspek produksi, pengolahan, manajemen usaha, dan pemanfaatan sumber daya dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.

Publikasi tersebut memperkuat dokumentasi hasil pengabdian sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai model pemberdayaan masyarakat berbasis agribisnis terintegrasi.

Melalui program ini, UNU Lampung menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan lebih luas dalam membangun kemandirian masyarakat. Ilmu pengetahuan tidak hanya dikembangkan di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga diterapkan untuk menghasilkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ke depan, model agribisnis terintegrasi di Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi unit usaha pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Dari edukasi, tumbuh keterampilan. Dari keterampilan, lahir inovasi. Dan dari inovasi, terbangun kemandirian pangan.

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.