Spirit Juang dalam Warna, 60 Karya Seniman Hidupkan Galeri Perdana SUCH Surabaya
Ndaru Wijayanto August 14, 2026 05:33 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Suasana berbeda mulai terasa di kawasan eks Hi-Tech Mall, Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Jawa Timur.

Setelah direvitalisasi dan dikembangkan menjadi Surabaya Urban Creative Hub (SUCH), kawasan tersebut mulai dihidupkan melalui berbagai aktivitas kreatif.

Salah satunya melalui pameran seni rupa bertajuk Spirit Juang dalam Warna yang digelar di Galeri Seni SUCH.

Pameran yang mengusung Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (Koseruya) tersebut menjadi pameran seni pertama yang digelar setelah bangunan eks Hi-Tech Mall direvitalisasi menjadi ruang kreatif.

Puluhan karya memenuhi ruang pamer. Mulai lukisan dengan beragam gaya dan karakter hingga karya instalasi yang mengajak pengunjung memaknai perjuangan dari sudut pandang yang lebih luas.

Sebanyak 60 karya ditampilkan dalam pameran yang berlangsung pada 11-31 Agustus 2026. Para seniman yang terlibat tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga sejumlah daerah di sekitarnya. Bahkan, terdapat seniman asal Taiwan yang turut ambil bagian.

Pameran berlangsung setiap hari pada pukul 12.00-20.00 WIB di Galeri Surabaya Urban Creative Hub, THR, Jalan Kusuma Bangsa No. 114, Surabaya. 

Baca juga: Datangi PN Tipikor Surabaya, Simpatisan Terdakwa Sugiri Sancoko Kenakan Pakaian Adat 

Dari total karya tersebut, tiga di antaranya berupa instalasi. Sementara karya lainnya merupakan karya seni lukis dengan beragam pendekatan visual.

Salah satu panitia pameran, Ami Tri, mengatakan Spirit Juang dalam Warna menjadi bentuk partisipasi seniman dalam memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Kota Surabaya. 

Menurutnya, momentum Agustus sekaligus hari kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk mengangkat tema perjuangan.

Namun, perjuangan yang dimaksud tidak semata-mata berkaitan dengan perang atau perjuangan merebut kemerdekaan.

"Makna perjuangan tidak berhenti pada sejarah, tetapi senantiasa hadir dalam kehidupan dan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk seni rupa," kata Ami.

Karena itu, karya-karya yang dipamerkan tidak seluruhnya menampilkan gambaran tentang perang kemerdekaan, para pejuang, ataupun simbol-simbol perjuangan secara harfiah.

Para seniman justru menerjemahkan perjuangan melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Perjuangan menghadapi kesulitan, bertahan dalam tekanan, mengejar harapan, hingga melewati berbagai persoalan hidup dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya.

"Setiap manusia memiliki makna perjuangan sendiri-sendiri dan melalui pameran ini, beberapa di antaranya ditampilkan," katanya. 

Warna, bentuk, garis, hingga objek yang ditampilkan pun menjadi bahasa masing-masing seniman untuk menceritakan perjalanan tersebut.

Ada yang menggambar tokoh Kemerdekaan seperti Bung Karno, hingga instalasi yang mengusung konsep patung besi. 

"Setiap seniman memiliki gaya, karakter, dan pendekatan visual yang berbeda. Yang menyatukan adalah semangat perjuangan yang ingin disampaikan melalui karya," ujarnya.

Bagi Koseruya, pameran ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali geliat kreatif di kawasan THR. Kawasan tersebut memiliki nilai historis dan menjadi salah satu ruang ikonik dalam perjalanan Kota Surabaya.

Kehadiran SUCH diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas anak muda, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi bagi seniman, pelaku budaya, masyarakat, dan pencinta seni.

Pameran Spirit Juang dalam Warna pun menjadi langkah awal untuk menghadirkan aktivitas seni secara lebih rutin di kawasan tersebut.

Ami berharap masyarakat tidak hanya datang untuk melihat karya, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap tumbuhnya ruang seni baru di Surabaya.

"Kami berterimakasih kepada Pemkot Surabaya yang memperbanyak ruang berkesenian. Sebab seniman di Surabaya membutuhkan ruang berkreasi," katanya. 

"Harapannya tentu pameran ini bisa ikut mendukung citra Surabaya sebagai kota yang aktif mengembangkan seni dan kebudayaan," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi secara langsung membuka pameran ini. Dia mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan dukungan untuk pengembangan aktivitas seni di SUCH.

Salah satunya dengan menyiapkan Galeri Seni di Surabaya Urban Creative Hub. Kehadiran galeri tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih permanen bagi seniman untuk memamerkan karya sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat.

"Pemkot Surabaya menyiapkan dukungan berupa Galeri Seni di SUCH," kata Herry.

Dengan demikian, pameran Spirit Juang dalam Warna bukan sekadar menjadi pembuka aktivitas seni di gedung yang baru direvitalisasi.

"Pemkot Surabaya mendukung penuh para seniman untuk tumbuh melalui berbagai bentuk," katanya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.