TRIBUNSTYLE.COM, BALI - Lanskap hamparan bebatuan kelam yang terbentang luas langsung memikat pandangan saat kaki melangkah di kawasan bawah Gunung Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kontras dengan rimbunnya vegetasi hijau di lereng Batur, hamparan material vulkanik yang mengeras ini merupakan jejak sisa letusan dahsyat masa lampau.
Alih-alih terabaikan, area Black Lava kini justru bertransformasi menjadi salah satu destinasi petualangan unggulan yang memikat perhatian pelancong lokal hingga turis asing.
Manajer RJA Kintamani Jeep Tour, Bli Bangor, membeberkan bahwa corak batuan di medan ini mencerminkan periode letusan yang berbeda.
"Ada dua warna (batu), yang hitam (hasil erupsi) tahun 1927. Kalau yang ada warna merahnya, (hasil erupsi) tahun 1963," kata manajer RJA Kintamani Jeep Tour, Bli Bangor, saat ditemui media di area black lava, Kamis (2/10/2025).
Latar Foto Estetis dan Unik: Pengunjung bebas mengabadikan momen di tengah formasi batuan alami berlatar gagahnya puncak Gunung Batur.
Properti Foto Alami & Cenderamata: Tekstur bebatuan aman disentuh dan dijadikan pelengkap foto. Supir RJA Kintamani Jeep Tour, Bli Komang, mengungkapkan bahwa pengunjung diperkenankan mengambil batuan kecil secukupnya untuk dibawa pulang sebagai hiasan akuarium atau dekorasi meja kerja.
Baca juga: Menjelajah Wisata Bahari di Bali: Dari Yacht Ride hingga Sunset Dinner di INSA Yacht Festival 2026
Sensasi berfoto di hamparan lava hanyalah pelengkap. Perjalanan menembus medan Kintamani justru menjadi daya tarik utama. Jika menggunakan jasa jip, wisatawan umumnya diajak menyaksikan fajar menyingsing (sunrise) terlebih dahulu sebelum bergeser ke lokasi Black Lava.
Bli Komang merincikan estimasi tarif serta kelengkapan fasilitas tur jip di kawasan ini:
Baca juga: Pesona Geopark Batur Kintamani: Menjelajah Kaldera Indah, Danau Alami, dan Museum Geologi di Bali