TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mengikuti dan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta laporan kinerja lembaga-lembaga negara dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat (14/8/2026).
Dalam laporan lembaga-lembaga negara disampaikan berbagai capaian kinerja terbaik untuk Indonesia yang berdampak langsung terhadap manfaat bagi masyarakat dan ketahanan negara.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa sebagai presiden yang dipilih oleh rakyat, dirinya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan bangsa dan negara dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh bangsa Indonesia.
"Untuk menunaikan janji dan sumpah saya telah memimpin pemerintahan selama 21 bulan dengan empat pedoman utama yakni, melaksanakan UUD 1945. Kami menjaga melindungi kepentingan nasional yang vital termasuk menjaga dan mengelola sebaik-baiknya kekayaan Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat," ucapnya.
Presiden menjelaskan bahwa jajaran pemerintahan bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya sehingga setiap tujuan selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat.
Ia menjelaskan bahwa dengan keberanian dalam pengambilan keputusan, kerja keras dengan hati yang tulus, dan kehendak yang berorientasi kepada kepentingan rakyat, pemerintah membangun gotong royong antarunsur masyarakat.
"Sehingga masalah-masalah yang selama ini dianggap rumit dapat mulai kita selesaikan. Dalam 21 bulan tepatnya 463 hari pemerintah pusat telah meluncurkan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah negara," tuturnya.
Ada banyak capaian yang dipaparkan oleh Presiden, termasuk tantangan yang akan dihadapi dan berhasil dilalui.
Beberapa capaian di antaranya peningkatan pendidikan, kesehatan, pembukaan lapangan kerja, ekonomi kerakyatan, peningkatan aksesibilitas, peningkatan jangkauan air bersih, pembangunan jembatan, swasembada untuk ketahanan pangan, ketahanan energi jenis solar, mencegah kebocoran anggaran, peningkatan sumber daya manusia, menjaga lingkungan, peningkatan investasi, pemerataan pembangunan, makan bergizi gratis, Koperasi Merah Putih, dan berbagai pembenahan di berbagai sektor sehingga dapat memberikan dampak besar dan manfaat langsung kepada masyarakat.