TRIBUNSUMSEL.COM - Memasuki bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan pada sosok Nabi Muhammad SAW. Rabiul Awal dikenal luas sebagai bulan kelahiran Rasulullah SAW dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, membaca sirah nabawiyah serta memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Membaca sholawat tidak hanya dilakukan ketika memperingati Maulid Nabi. Sholawat dapat diamalkan kapan saja, termasuk sejak awal bulan Rabiul Awal, sebagai bentuk kecintaan, penghormatan dan doa kepada Rasulullah SAW.
Dalam Kanzun an-Najah wa al-Surur, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali menganjurkan umat Islam memperbanyak shalawat dan puasa sunnah pada bulan Rabiul Awal. Anjuran tersebut berkaitan dengan kemuliaan bulan yang di dalamnya umat Islam mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
اعلم أنه يطلب في هذا الشهر كثرة الصلاة والصيام على نبينا سيد الأنام صلى الله تعالى وسلم عليه
Artinya:
"Ketahuilah bahwa dianjurkan pada bulan ini (Rabiul Awal) untuk memperbanyak melakukan puasa sunnah dan membaca shalawat kepada pemimpin umat Nabi Muhammad SAW."
Dengan demikian, awal Rabiul Awal dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak sholawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah dan meningkatkan amal kebaikan.
Tidak ada bacaan khusus yang secara tegas ditetapkan sebagai "sholawat awal bulan Rabiul Awal" yang wajib dibaca. Umat Islam dapat membaca berbagai sholawat yang bersumber dari hadis maupun sholawat yang baik maknanya.
Salah satu bacaan yang paling utama adalah Sholawat Ibrahimiyah, yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat.
Sholawat Ibrahimiyah
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin:
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.
Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Sholawat Ibrahimiyah ini juga dibaca dalam tasyahud akhir dalam salat.
Bacaan Sholawat Pendek
Bagi yang ingin mengamalkan sholawat secara sederhana sepanjang aktivitas sehari-hari, dapat membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Latin:
Allahumma shalli 'ala Muhammad.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad."
Bacaan pendek ini dapat diamalkan berulang kali, misalnya setelah salat, ketika berjalan, bekerja, sebelum tidur atau ketika memiliki waktu luang.
Anjuran bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
QS. Al-Ahzab: 56
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting mengenai perintah bersholawat kepada Rasulullah SAW.
Menurut penjelasan para ulama tafsir, makna shalawat dari Allah kepada Nabi berkaitan dengan rahmat dan pujian-Nya, sedangkan shalawat dari malaikat dan orang-orang beriman bermakna doa dan permohonan kebaikan bagi Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan membaca sholawat.
1. Mendapatkan Sholawat dari Allah 10 Kali
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ مَرَّاتٍ
Artinya:
"Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."
HR. Muslim
Hadis ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan membaca sholawat.
Satu kali sholawat yang kita ucapkan mendapatkan balasan sholawat dari Allah sebanyak sepuluh kali.
2. Sholawat Menjadi Sebab Turunnya Rahmat Allah
Dalam berbagai hadis juga disebutkan keutamaan memperbanyak sholawat. Karena itu, sholawat dapat menjadi salah satu amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Namun, penting dipahami bahwa sholawat kepada Nabi pada hakikatnya merupakan ibadah dan doa, bukan sekadar ucapan untuk mendapatkan keuntungan duniawi.
3. Mendapatkan Kedekatan dengan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak sholawat, khususnya pada waktu-waktu tertentu.
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang paling dekat dengan beliau pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepada beliau.
Pesan tersebut menunjukkan betapa besar kedudukan sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sholawat di Bulan Rabiul Awal, Bukan Hanya di Hari Maulid
Memasuki Rabiul Awal, membaca sholawat sebaiknya tidak hanya dilakukan pada acara Maulid Nabi.
Sholawat dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
Misalnya:
Setelah selesai salat.
Ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW.
Saat pagi dan petang.
Sebelum dan sesudah berdoa.
Ketika berkumpul bersama keluarga.
Saat menghadiri majelis ilmu.
Ketika membaca kisah kehidupan Rasulullah SAW.
Pada hari Jumat.
Saat memiliki waktu luang.
Dengan membiasakan sholawat, kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti pada ucapan, tetapi juga diwujudkan dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau.
Sholawat dan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak sholawat.
Kecintaan tersebut seharusnya mendorong seorang Muslim untuk meneladani akhlak beliau.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang jujur, amanah, penyayang, sabar dan pemaaf.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya:
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."
QS. Al-Ahzab: 21
Karena itu, momentum Rabiul Awal dapat dijadikan kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah sholawat yang kita baca membuat kita semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya?
Selain memperbanyak sholawat, umat Islam dapat mengisi awal Rabiul Awal dengan berbagai amal saleh, antara lain:
1. Membaca sholawat
Luangkan waktu setiap hari untuk memperbanyak sholawat.
2. Membaca sirah Nabi
Pelajari perjalanan hidup Rasulullah SAW agar kecintaan kepada beliau semakin bertambah.
3. Membaca Al-Qur'an
Jadikan Rabiul Awal sebagai momentum meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an.
4. Bersedekah
Berbagi kepada orang yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk amal saleh.
5. Memperbaiki akhlak
Belajar meneladani kesabaran, kejujuran, kasih sayang dan sifat pemaaf Rasulullah SAW.
6. Mempererat silaturahmi
Mengunjungi keluarga, menyapa tetangga dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
7. Memperbanyak doa
Memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk mengikuti jalan Rasulullah SAW.
Berapa Kali Sebaiknya Membaca Sholawat?
Tidak ada jumlah khusus yang diwajibkan untuk membaca sholawat di awal Rabiul Awal.
Seseorang dapat membaca sesuai kemampuan, misalnya 10 kali, 100 kali, 1.000 kali, atau sebanyak yang mampu dilakukan secara rutin.
Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan tidak menganggap jumlah tertentu sebagai kewajiban syariat apabila memang tidak ada dalil yang menetapkannya.
Lebih baik membaca sholawat sedikit tetapi rutin daripada banyak hanya sekali kemudian tidak pernah lagi.
Rabiul Awal bukan hanya bulan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan untuk kembali mempelajari perjuangan dan akhlak beliau.
Dengan memperbanyak sholawat, umat Islam diharapkan semakin mengenal sosok Rasulullah SAW.
Sebab, semakin mengenal beliau, diharapkan semakin tumbuh rasa cinta. Dan semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin besar keinginan untuk mengikuti ajaran dan akhlaknya.
Bacalah sholawat dengan lisan, hadirkan cinta kepada Rasulullah dalam hati, lalu buktikan kecintaan itu melalui akhlak dan perbuatan.
Memasuki bulan Rabiul Awal 1448 H, mari perbanyak sholawat, memperbanyak amal saleh dan mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.
Semoga Allah SWT menjadikan kita umat yang senantiasa mencintai Rasulullah SAW, memperbanyak sholawat kepadanya dan mampu meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Baca juga: Strategi Iblis dalam Menggoda Manusia Tertulis dalam Al Quran, Waspadalah, Waspadalah
Baca juga: Pembina dan Peserta Upacara HUT RI 17 Agustus 2026 Mengenakan Pakaian Adat, Pedoman Kemendikdasmen
Baca juga: Pedoman Peringatan HUT ke-81 RI Dikeluarkan Kemendikdasmen untuk Sekolah, Lengkap Susunan Acara
Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Agustus 2026 atau Rabiul Awal 1448 H, Lengkap Niat dan Dalilnya