TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pasca peristiwa keracunan massal yang dialami ratusan pelajar di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, kini semua pelajar yang terdampak masih menjalani perawatan.
Untuk diketahui, dari kejadian ini dialami ratusan pelajar dari dua sekolah yakni SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama Berastagi.
Khusus untuk pelajar dari SMAN 1 Berastagi, diketahui hingga saat ini pihak sekolah mencatat jumlah siswa yang terpapar keracunan mencapai 250 orang.
Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Berastagi, Normawati Martiana br Ginting, Jumat (14/8/2026).
"Sampai hari ini total siswa kita yang dirawat 247 orang, tapi tadi ada tiga orang yang berangkat karena sedikit agak lemas badannya," ujar Normawati.
Ketika ditanya langkah lebih lanjut yang dilak dilakukan oleh pihak sekolah terhadap pada siswanya ini, Normawati mengungkapkan jika pihaknya telah menempatkan guru ke seluruh rumah sakit tempat siswa dirawat.
Diketahui, seluruh pelajar yang terdampak keracunan sedang menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi, RS Efarina Berastagi, RSU Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe.
"Untuk sementara, saya sudah menugaskan semua guru-guru dibagi ke semua rumah sakit untuk mendampingi siswa kita," katanya.
Dikatakan Normawati, pendampingan yang dilakukan oleh seluruh guru dikatakannya sudah dilakukan sejak kemarin hingga kondisi seluruh pelajar membaik.
Amatan www.tribun-medan.com, di sekolah yang terletak di Jalan Jamin Ginting Berastagi ini tampak tak terlihat adanya aktivitas yang berarti.
Dimana, aktivitas belajar mengajar hari ini ditiadakan sementara sembari dilakukan pemulihan siswa.
Tak hanya itu, tampak beberapa orang guru dan juga pelajar terlihat berada di sekolah untuk membereskan sisa kepanikan yang terjadi kemarin.
Seperti menyusun ompreng yang masih berserakan, serta mengamankan barang siswa yang tertinggal di sekolah akibat terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.
(mns/tribun-medan.com)