Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di TikTok menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto yang sedang memegang kertas di depan mikrofon.
Unggahan tersebut memuat tulisan “Breaking News” dan narasi yang menyebut Prabowo meminta seluruh warung di desa dan daerah ditutup agar masyarakat berbelanja di Koperasi Desa (Kopdes).
Narasi tersebut juga menyebut keberadaan warung tidak memberikan keuntungan bagi negara.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO SEBUT ‘KALAU BISA SELURUH WARUNG YG ADA DI DESA DAN DAERAH TUTUP SAJA BIAR MEREKA BELANJA DI KOPDES TOH WARUNG GA ADA UNTUNGNYA BUAT NEGARA’.”
Namun, benarkah Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat berbelanja di Kopdes?

Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, foto Prabowo dalam unggahan tersebut serupa dengan foto yang dimuat di laman resmi Kementerian Sekretariat Negara dalam artikel “Bertemu Presiden Putin, Presiden Prabowo Bawa Indonesia ke Pentas Dunia”.
Foto tersebut merupakan dokumentasi saat Prabowo bertemu dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Kamis (19/6/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Putin membahas penguatan hubungan serta kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia. Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Rusia dalam membantu pembangunan Indonesia setelah kemerdekaan.
Tidak terdapat pernyataan Prabowo mengenai penutupan warung di desa atau ajakan agar masyarakat berbelanja di Kopdes.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Prabowo meminta seluruh warung di desa ditutup agar masyarakat berbelanja di Kopdes tidak sesuai dengan sumber aslinya. Foto Prabowo dalam unggahan tersebut digunakan untuk mendukung narasi yang tidak pernah disampaikan dalam pernyataan aslinya.
Klaim: Prabowo perintahkan tutup warung di desa agar masyarakat belanja di Kopdes
Rating: Hoaks
Cek fakta: Hoaks! Mendes Yandri minta warung desa ditutup agar warga belanja di Kopdes
Cek fakta: Hoaks! Zulhas larang toko kelontong berdiri radius 2 km dari Kopdes merah putih
Baca juga: Mendes: Waspadai narasi palsu soal Kopdes Merah Putih di media sosial





