Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menampilkan Menteri PANRB Rini Widyantini yang disebut menyatakan bahwa pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka.

Video tersebut diunggah pada 5 Agustus 2026. Unggahan itu juga mengarahkan masyarakat untuk mengakses tautan pendaftaran melalui bio akun Facebook “Loker CPNS & PPPK 2026”.

Dalam unggahan tersebut, terdapat narasi yang menyebut pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 telah resmi dibuka. Narasi itu juga mencantumkan sejumlah formasi, persyaratan umum, dan tahapan seleksi.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“CPNS & PPPK TAHUN 2026 RESMI DIBUKA!

Formasi umum: Tenaga Administrasi, Tenaga Kesehatan, Tenaga Teknis, dan Tenaga Pendidikan.

Persyaratan umum: Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 18 tahun, pendidikan SMA/SMK, D3, D4, S1, S2, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana, serta tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat.

Tahapan seleksi: Seleksi Administrasi, SKD (CAT BKN), SKB, dan Pengumuman Kelulusan.”

Namun, benarkah pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka pada 5 Agustus 2026?

Unggahan yang menarasikan tautan pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka 5 Agustus. Faktanya, tautan tersebut terindikasi phising. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, ANTARA membuka tautan pendaftaran yang tercantum pada bio akun tersebut. Tautan tersebut meminta pengguna memasukkan data pribadi, seperti nama, provinsi, dan nomor telepon yang terhubung dengan Telegram.

Tautan tersebut juga menyebut bahwa nomor telepon pengguna akan didaftarkan ke sebuah grup Telegram. Pola tersebut menunjukkan adanya indikasi phishing, yaitu modus penipuan siber yang bertujuan memperoleh data pribadi dengan cara mengarahkan pengguna ke tautan atau situs yang menyerupai layanan resmi.

Tangkapan layar tautan yang terdapat di profil Facebook. (Website)

Pelaku biasanya meminta korban memberikan informasi tertentu, seperti kata sandi, PIN, nomor rekening, atau data pribadi lainnya.

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap tautan semacam itu. Pelaku phishing dapat menyamarkan tautan atau tampilan situs agar terlihat seperti layanan resmi sehingga pengguna tidak menyadari bahwa data yang diberikan dapat jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026.

BKN juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai informasi mengenai pembukaan CPNS 2026 yang beredar di media sosial, termasuk informasi yang mencantumkan jadwal pendaftaran atau tautan tertentu yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.

Dilansir dari ANTARA, pendaftaran CPNS 2026 belum dibuka. Pemerintah masih melakukan perencanaan kebutuhan ASN melalui pendataan formasi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Pemerintah perlu terlebih dahulu memetakan kebutuhan pegawai sebelum menetapkan jumlah formasi yang akan dibuka. Setelah formasi ditetapkan, pemerintah akan mengumumkan jadwal seleksi dan tahapan pendaftaran kepada masyarakat.

Dengan demikian, klaim bahwa pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka pada 5 Agustus 2026 merupakan informasi yang tidak benar. Masyarakat juga perlu menghindari tautan pendaftaran yang meminta data pribadi dan memastikan informasi CPNS hanya berasal dari kanal resmi pemerintah.

Klaim: Tautan pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka 5 Agustus

Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Purbaya siapkan anggaran Rp100 triliun untuk pengangkatan PPPK paruh waktu jadi PNS

Cek fakta: Hoaks! Tautan palsu pendaftaran CPNS dan PPPK

Baca juga: Menteri PANRB sebut pemerintah peduli lulusan baru pada CPNS 2026