Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Semarak Kemerdekaan Trinitas Bandar Lampung berlangsung penuh semangat kebersamaan. Kegiatan itu mengusung tema “Merdeka Berbagi, Merdeka Berkarya, Merdeka Bersama”.
Baca juga: Danamon Rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Program Semarak HUT ke-81 RI
Kegiatan ini menjadi momentum untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, siswa, gereja, dan komunitas.
Head of School of Trinitas Bandar Lampung, Aju Mulia Ruthaspanti, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunitas yang saling mendukung dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga sebuah komunitas yang bisa bersama-sama memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Aju, Jumat (14/8/2026).
Rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan Trinitas berlangsung selama dua hari, yakni 13–14 Agustus. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Geretsil, yang melibatkan orang tua siswa dan komunitas gereja.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai barang layak pakai dan kebutuhan rumah tangga dikumpulkan untuk kemudian dijual dengan harga terjangkau.
Barang yang tersedia antara lain pakaian, sepatu, tas, buku, perlengkapan pendidikan, hingga peralatan rumah tangga seperti piring dan gelas.
Menariknya, hasil penjualan Geretsil tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan perayaan.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk aksi sosial diakonia, khususnya membantu siswa atau anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Dana yang terkumpul digunakan untuk sosial diakonia. Salah satunya membantu anak-anak yang belum mampu membayar biaya sekolah secara penuh,” jelas Aju.
Selain kegiatan berbagi, Semarak Kemerdekaan Trinitas juga menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan siswa dan orang tua.
Di antaranya lomba memasak antara orang tua dan anak, lomba mewarnai, serta kegiatan mewarnai doodle yang melibatkan siswa dan orang tua.
Menurut Aju, kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga dapat mengeksplorasi kreativitas, bakat, serta membangun karakter melalui pengalaman bersama.
“Anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga bisa mengeksplorasi talenta mereka dan membangun karakter,” katanya.
Ia menambahkan, Trinitas juga terus memperkuat program pendidikan dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal kemampuan bahasa asing, termasuk Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris.
Program tersebut menjadi salah satu keunggulan yang dikembangkan Trinitas, terlebih dengan keberagaman latar belakang keluarga siswa serta komunitas di lingkungan sekolah.
Aju berharap Semarak Kemerdekaan Trinitas dapat memperkenalkan sekolah sebagai sebuah komunitas pendidikan yang terbuka dan memiliki kepedulian sosial.
“Tujuan kami adalah memperkenalkan bahwa Trinitas bukan hanya sekolah. Trinitas adalah komunitas yang tumbuh bersama orang tua, gereja, dan masyarakat untuk mempersiapkan generasi berikutnya,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)