Terjebak di Kamar Mesin Saat Kebakaran, Masinis Tugboat Symphony Meninggal di Perairan Padang
Rezi Azwar August 14, 2026 05:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ledakan di bagian kamar mesin diduga kuat menjadi pemicu terbakarnya kapal tugboat Symphony di perairan Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026) pagi.

Kapal tugboat Symphony diketahui sedang dalam perjalanan dari Sibolga menuju Tarahan, Lampung, ketika mengalami kebakaran.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang anak buah kapal (ABK) meninggal dunia setelah terjebak di kamar mesin saat kebakaran terjadi.

Dalam laporan Kantor SAR Padang, korban yang meninggal dunia diketahui bernama M. Jay (31), yang menjabat sebagai masinis 2.

Sementara sembilan orang lainnya dinyatakan selamat, yakni Abdul Kodir Jailani (37), M. Erlangga Junior (23), M. Andika Anugrah (32), Nawir (32), Leo Heru (41), Baring Usman Daeng Salasa (39), Muhsugar (20), M. Nasir (68), dan Yuswar (21).

Baca juga: Sempat Terkendala Medan Curam, Kebakaran Bukit Solok Bio-Bio Limapuluh Kota Padam Diguyur Hujan

KEBAKARAN KAPAL- Petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap penumpang kapal yang terbakar di perairan Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026).
KEBAKARAN KAPAL- Petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap penumpang kapal yang terbakar di perairan Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026). (Dokumentasi/Kantor SAR Padang)

Semua korban dibawa menggunakan ambulans Mentawai Fast menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Polairud Polda Sumbar, Kodaeral II Padang, Hubla Sumbar, KSOP, VTS Teluk Bayur, KPLP Padang, Brimob Polda Sumbar, KKP Teluk Bayur dan Mentawai Fast.

Kronologi Kebakaran Kapal

Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, kapal tersebut terbakar sekitar pukul 08.22 WIB.

Dantim Lapangan Operasi Penyelamatan Kantor SAR Padang, Reno Saputra, mengatakan kebakaran terjadi ketika salah seorang ABK sedang melakukan pengecekan mesin kapal.

Saat pemeriksaan berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan yang menyebabkan kru kapal tidak dapat masuk ke bagian mesin.

"Kapalnya itu terjadi kebakaran di mesin. Sementara di dalamnya itu ada satu orang ABK yang sedang melakukan pengecekan mesin," ujarnya.

Kemudian ketika terjadi ledakan, seluruh kru tidak bisa masuk.

Baca juga: Bukit Solok Bio-Bio Terbakar, Dinas Kehutanan Sebut Api Diduga Berawal dari Bakar Sampah

"Estimasinya satu jam setelah itu api dipadamkan, baru korban bisa dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," lanjutnya.

Reno menyebut terdapat 10 orang dalam kapal tugboat tersebut. Dari jumlah itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

"Satu orang dalam kondisi MD (meninggal dunia)," katanya.

Sementara itu, tiga orang yang selamat dievakuasi oleh tim SAR ke Dermaga Muaro Padang.

Adapun enam orang lainnya masih berada di atas kapal untuk menunggu proses penarikan atau towing kapal ke lokasi yang aman.

"Proses pemadaman sudah selesai. Kondisi kapalnya sekarang sudah dalam kondisi aman, tapi mesinnya dalam kondisi mati," jelas Reno.

Operasi kemudian diusulkan ditutup setelah seluruh proses evakuasi terhadap korban selesai dilakukan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.