TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Puluhan hektare sawah di Dusun Balusu dan Dusun Padang Loang, Desa Balusu, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, terancam gagal panen akibat kekeringan, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru di Kabupaten Barru Dalam Angka 2026, produksi padi Kecamatan Balusu 16.913,61 ton dan produksi padi setara beras 10.655,57 ton.
Dengan luas baku 1.539 Hektare (Ha).
Sementara luas tanam 3.281 Ha.
Dan luas panen padi 2.962.
Kecamatan Balusu memiliki enam Desa.
Diantaranya Desa Balusu, Desa Binuang, Desa Kamiri, Desa Lampoko, Desa Madello, Kelurahan Takkalasi.
Sawah di lima desa tetangga Desa Balusu telah melakukan panen padi.
Petani Dusun Balusu dan Dusun Padang Loang menanam padi akhir bulan Mei.
“Akhir bulan lima,” ujar salah satu petani, Ardi.
Dari total 40 hektare (Ha) lahan padi milik warga di dua dusun tersebut, sekitar 10 Ha di antaranya sudah mengalami retak-retak akibat krisis air, padahal bulir padi sudah mulai keluar.
Tak hanya itu, seluas 50 are tanaman padi daunnya telah mengering dan berwarna kecoklatan.
Petani sebetulnya memiliki beberapa sumur bor, namun debit airnya menipis dan tidak mampu untuk mengairi seluruh sawah.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Balusu, Samsul Bahri, bilang bahwa tanaman padi yang daunnya mengering masih ada harapan untuk dipanen, meski hasilnya dipastikan merosot tajam.
“Tapi tidak maksimal hasilnya,” ujarnya.
Sementara itu, masih ada sekitar 30 Ha lahan padi yang daunnya masih berwarna hijau dan berpotensi untuk diselamatkan.
Rata-rata petani di wilayah ini menanam padi varietas Inpari 32 dan Mekongga sejak awal Mei lalu.
Varietas tersebut membutuhkan waktu tumbuh hingga panen sekitar 115 sampai 120 hari.
Penyiraman Darurat
Guna menyelamatkan sisa tanaman padi yang masih hijau dari ancaman pusaran gagal panen, aksi darurat penyiraman dilakukan menggunakan armada mobil tangki.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 4 unit mobil tangki lintas instansi dikerahkan ke lokasi untuk menyuplai pasokan air ke sawah warga.
1 Mobil Tangki Damkar Barru dengan Kapasitas 5.000 liter.
Lalu 1 Mobil Tangki Palang Merah Indonesia (PMI) Barru kapasitas 5.000 liter.
Sementara 1 Mobil Tangki PLN dengan kapasitas 5.000 liter.
Dan 1 Mobil Tangki Ditjen Perhubungan Laut (Kapasitas 8.000 liter)
Aksi penyelamatan tanaman padi ini turut dihadiri langsung oleh Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap dan Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Waesai Kabupaten Barru, Ahsan Jafar bersama jajaran dan unsur terkait demi memastikan proses penyiraman air tangki berjalan lancar di area persawahan warga.