TRIBUN-TIMUR.COM - Hampir satu dekade Umsiyah Zulfa mengajar anak-anak mengaji tanpa menerima honor tetap.
Dedikasi tersebut akhirnya mendapat apresiasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Guru TK-TPA asal Indramayu itu mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah secara gratis melalui program Wisata Religi Umrah Gratis yang diinisiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia.
Perempuan yang akrab disapa Ummi itu merupakan guru TK-TPA Imam Al-Ghozali, Desa Sukagumiwang, Indramayu.
Ia mulai mengajar sejak 2016.
Saat kali pertama mengabdikan diri, Ummi melakukan berbagai cara agar anak-anak di lingkungannya mau belajar mengaji.
Ia bahkan rela antar jemput anak-anak karena pendidikan agama di wilayahnya saat itu belum banyak diminati.
Baca juga: Kapolri Bangun Mushola Presisi di Wilayah 3T Bogor, Akhiri Penantian 10 Tahun Warga
Pengabdian itu terus dijalani hingga bertahun-tahun.
Ummi tidak memiliki penghasilan tetap dari aktivitas mengajarnya.
Iuran dari orang tua murid diberikan secara sukarela dan sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional TPA.
Ketika mengetahui dirinya mendapat hadiah umrah gratis dari kapolri, Ummi mengaku terharu.
"Saya sangat bersyukur. Tidak pernah terlintas di benak saya karena selama ini masih fokus untuk biaya sekolah dan pesantren anak," kata Ummi dalam keterangannya ke Tribun-Timur.com, Jumat (14/8/2026).
Bagi Ummi, kesempatan menginjakkan kaki di Makkah merupakan impian setiap umat Islam.
Perjalanan tersebut juga menjadi pengalaman pertamanya melihat Ka'bah secara langsung.
"Bagi saya ini bukan hanya anugerah terindah, tapi keajaiban dari Allah SWT melalui tangan kebaikan Bapak Kapolri dan program Wisata Religi Umroh Gratis dari Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia," kata Ummi.
Dalam sujudnya di depan Ka'bah, Ummi mendoakan khusus Kapolri beserta keluarga agar selalu diberikan kesehatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan tugas.
"Semoga keluarga besar Polri senantiasa mampu menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan damai," kata Ummi.
Ia mengaku tidak memiliki sesuatu untuk membalas kebaikan yang diterimanya.
"Saya tidak bisa membalas apa-apa, hanya bisa mendoakan. Semoga kebaikan Bapak dibalas ganjaran oleh Allah SWT," katanya.
"Sekali lagi terima kasih banyak Pak Kapolri, terima kasih tak terhingga ataa perhatianya kepada saya, guru ngaji dikampung ini," lanjut Ummi terisak.
Pemberian apresiasi kepada pendidik agama di daerah merupakan bagian dari upaya menghadirkan kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Selain umrah gratis, kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui sejumlah kegiatan sosial lainnya.
Di antaranya bedah rumah bagi warga tidak mampu, pembangunan musala di wilayah pelosok, serta Ziarah Holyland bagi umat Kristiani.
Melalui berbagai program tersebut, Polri bersama masyarakat berupaya menghadirkan aksi sosial yang tidak hanya bersifat seremonial.
Tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dari berbagai kalangan.(*)