TRIBUNJABAR.ID - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo mencatatkan pertumbuhan positif di berbagai daerah, salah satunya adalah Bandung.
Hingga Juni 2026, Asuransi Jasindo Representative Office (RO) Bandung membukukan pertumbuhan premi yang melesat hingga 203 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Representative Manager Asuransi Jasindo Bandung, Lisa Puspita Sari, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat penetrasi pasar daerah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan nasabah serta pengembangan potensi bisnis lokal secara berkelanjutan.
Karena itu, kehadiran representative office di daerah semakin penting dalam strategi pertumbuhan bisnis Asuransi Jasindo mengingat kebutuhan perlindungan risiko di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
“Pertumbuhan di Bandung menunjukkan bahwa kedekatan dengan pelanggan menjadi salah satu kunci pengembangan bisnis. Kami berharap ke depannya dapat semakin memahami kebutuhan masing-masing pelanggan, termasuk karakter risiko usaha yang mereka hadapi,” ujar Lisa dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Asuransi Jasindo terus memperkuat pendekatan relationship management melalui komunikasi yang lebih intensif dengan tertanggung eksisting, peningkatan kualitas layanan, serta identifikasi kebutuhan perlindungan baru melalui cross-selling dan penyesuaian solusi asuransi dengan profil risiko masing-masing tertanggung.
Baca juga: Tarif Bandros Bandung Turun Jadi Rp 8 Saat Libur Kemerdekaan, Dishub Siapkan 12 Armada
Lisa menjelaskan wilayah kerja RO Bandung meliputi 21 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan peluang pengembangan bisnis yang masih terbuka luas di berbagai sektor di antaranya pariwisata, industri, pendidikan, pertanian, termasuk penguatan segmen perusahaan menengah dan ekosistem bisnis daerah.
Dengan pengembangan bisnis yang masih terbuka luas di wilayahnya, Lisa menegaskan bahwa perusahaan akan terus berkomitmen untuk memperkuat bisnis di wilayahnya secara selektif dengan tetap menyeimbangkan pertumbuhan, kualitas underwriting, serta pelayanan kepada nasabah.
“Kepercayaan nasabah tidak hanya dibangun saat polis diterbitkan, namun yang paling penting adalah bagaimana kami hadir sepanjang siklus hubungan dengan pelanggan, mulai dari memahami risiko, memberikan alternatif perlindungan, hingga memberikan pelayanan terbaik ketika terjadi klaim,” ujar Lisa. (***)