TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap kondisi sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang disebut tumbang akibat bekerja keras menjalankan berbagai program pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di hadapan anggota DPR RI, DPD RI, dan MPR RI, Prabowo menceritakan kerja keras pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang dinilainya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Prabowo, sejumlah program yang dijalankan selama hampir dua tahun masa pemerintahannya mulai dirasakan oleh masyarakat.
Ia bahkan menyebut ada sejumlah persoalan yang selama puluhan tahun belum berhasil diselesaikan, namun kini mulai mendapat penanganan melalui kebijakan pemerintahannya.
“Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya kita bisa mengatakan bahwa kita telah memutuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” jelasnya.
Prabowo menegaskan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para pembantunya yang berada di kementerian, badan, maupun lembaga negara.
Baca juga: Respons Mengejutkan Dedi Mulyadi Usai Disindir soal Jabar Belum Masuk 10 Besar IPM: Perlu Waktu
Namun, di balik sejumlah kebijakan yang terus dikebut, Prabowo mengakui ada konsekuensi yang harus dibayar oleh para pejabat di pemerintahannya.
Ia menyebut sejumlah menteri dan kepala badan satu per satu mengalami kelelahan hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Bahkan, beberapa di antaranya disebut harus menjalani tindakan operasi akibat kondisi kesehatan mereka.
Prabowo pun mengungkap kondisi tersebut sebagai gambaran betapa padat dan beratnya pekerjaan yang harus dijalankan jajaran pemerintah dalam merealisasikan berbagai program prioritas.
Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo di tengah pemaparannya mengenai berbagai capaian pemerintah selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya.
“Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan,” papar Prabowo.
Kepada anak buahnya, Prabowo pun mengaku berjanji ke depan akan memberikan waktu istirahat lebih banyak untuk anak buahnya.
Meski pun sambil bercanda, Prabowo menyebut para menterinya tahu hal itu tidaklah mungkin selama di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
“Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka. Dan mereka menjawab, 'janji tinggal janji.'”
“Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin..." ucap Prabowo.
Baca juga: Artis Sali Irsalina Diduga Dihajar dan Diinjak-injak hingga Berdarah, Awalnya Hanya Cekcok di Mobil
Diketahui beberapa anak buah Prabowo di Kabinet Merah Putih memang pernah mengaku masuk rumah sakit hingga menjalani operasi.
Misalnya saja Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang menjalani operasi saraf kejepit setelah hampir setahun menjadi Menteri Keuangan RI.
Bahkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya karena kondisi kesehatan yang dialami.
Nanik mengaku mengalami sakit jantung setelah menjadi Kepala BGN beberapa bulan lantaran merasa tertekan memegang anggaran raksasa untuk program makan bergizi gratis (MBG).
(Tribunnewsmaker.com/WartaKotalive.com)