TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Tragedi drag race di Kotamobagu membuat 16 orang korban mengalami luka dan meninggal dunia.
Dari 16 orang tersebut, ada tiga bocah yang ikut masuk dalam daftar korban.
Ketiga bocah tersebut dipastikan selamat dari tragedi drag race di Kotamobagu.
Bocah yang pertama adalah Arhan Mokoginta.
Arhan adalah bocah tiga tahun asal desa Bilalang Tiga Utara, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong.
Pada saat kejadian, Arhan ditemukan diselokan tepat dibawah mobil balap.
Tangan kanannya sempat sakit, namun setelah dirawat oleh ayahnya, Arhan kini sudah bisa pulang.
Korban bocah lainnya adalah Ravisca Mokodongan.
Bocah tujuh tahun asal kelurahan Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu ini, mendapatkan perawatan di RSU Monompia.
Kaki kanannya mengalami luka yang cukup serius dan sempat menjalani operasi.
Umen Mokodongan sang ayah mengaku bersyukur karena anaknya sudah bisa dizinkan pulang dari rumah sakit.
"Dokter sudah izinkan anak saya pulang, keadaannya sudah membaik," ucapnya, Jumat 14 Agustus 2026 di RSU Monompia Kotamobagu.
Korban bocah yang terakhir adalah Nur Almira Pobela.
Ia adalah anak dari Risna Longkun salah satu korban meninggal dalam kejadian tersebut.
Bocah yang akrab disapa Enjel ini sekarang berusia sembilan tahun.
Enjel masih menjalani perawatan di RSU Prof Kandouw karena luka yang cukup serius.
"Sampai sekarang dia (Enjel) belum tahu soal kematian ibunya. Kami belum bisa sampaikan karena takut keadaannya akan drop," ungkapnya Murdani Pobela salah seorang keluarga.
Hingga saat ini Enjel masih ditemani sang ayah di RSU Prof Kandou Manado.
"Kami sekeluarga selalu berdoa, semoga Enjel bisa sembuh dan ikhlas menerima kepergian ibunya," tegasnya. (Nie)
Baca juga: Dengar Pidato Presiden Sambil Santap Kopi Rempah, Rampahaus Curi Perhatian di Paripurna DPRD Manado
(TribunManado.co.id/Nie)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini