TRIBUNJAMBI.COM - Simak penjelasan ending film Tunggu Aku Sukses Nanti yang tayang di Netflix.
Film ini diperankan Ardit Erwandha, Lulu Tobing, dan Ariyo Wahab.
Tunggu Aku Sukses Nanti mengisahkan tentang Arga, anak pertama yang berjuang mencari kerja.
Baca juga: Penjelasan Ending A Shop for Killers Season 2, Jin Man dan Ji An Akhiri Konflik dengan Babylon
Ia memiliki misi untuk menaikkan martabat keluarganya.
Sejak kecil, Arga melihat keluarganya selalu jadi orang yang disuruh-suruh bahkan untuk hal sepele, seperti mencuci piring dan membeli rokok.
Arga memang tinggal di rumah neneknya, sehingga rumah itu jadi tujuan untuk kumpul keluarga.
Setelah lulus kuliah Arga masih mencari kerja.
Saat lebaran, hal ini membuat Arga minder dengan pencapaian sepupunya.
Terlebih ada satu tante yaitu, Tente Yuli yang terus menerus merong-rong Arga untuk cari kerja.
Arga pun memblokir nomor Tante Yuli demi ketenangan batinnya.
Suatu hari Arga mendapat kerja di perusahaan real estate.
Targetnya menjual rumah seharga 5 miliar.
Awalnya Arga selalu kesulitan mendapatkan pembeli.
Ini membuat sahabatnya, Wicak dan Fanny membantunya untuk percaya diri dan menguasai product knowledge.
Setelah itu Arga mendapat pembeli pertamanya yaitu Pak Marwan.
Setelah itu Arga pun mendapat banyak klien dari Pak Marwan.
Kehidupan Arga berubah. Ia bisa membeli motor dan menyewa ruko untuk jualan ibunya.
Tapi di mata keluarga besarnya, seolah itu masih tidak cukup.
Arga terus merasa dibanding-bandingkan.
Kekasihnya, Andien, meski terus mendukungnya, merasa Arga semakin jauh dari tujuan mereka, yaitu menikah.
Arga jadi terobsesi dengan penilaian orang lain tanpa memikirkan perasaanya sendiri.
Hubungan mereka pun berakhir.
Suatu hari, pertengkaran hebat terjadi di rumahnya.
Ia mengeluarkan unek-uneknya kepada tante-tantenya, termasuk Tante Yuli.
Tanpa diduga, keesokan harinya Tante Yuli meninggal dunia.
Ia diberi tahu suami Tante Yuli pesan-pesan yang tidak pernah terkirim ke Arga.
Bahwa selama ini Tante Yuli perhatian ke Arga, menanyakan kondisinya, menanyakan pekerjaanya dan lainnya.
Kesialan Arga masih terus berlanjut di pekerjaan.
Ia difitnah hingga dipecat dari pekerjaan.
Saat ziarah ke makam, Arga bertemu dengan Pak Marwan.
Rupanya Pak Marwan adalah teman Tante Yuli.
Ia diminta Tante Yuli untuk membatu Arga.
Arga pun meminta bantuan Pak Marwan sekali lagi untuk mendapatkan pekerjaan.
Dalam hubungan percintaan, Arga kini berpacaran dengan Fanny, temannya sejak masa sekolah.
Kehidupannya perlahan mulai membaik lagi.