TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkait dengan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Dumai, Riau, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Dr Syartiwidya mengungkap, penyebabnya kini sedang didalami.
Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal yang terjadi Kamis (13/8/2026) itu, kini sedang diuji lab.
Diketahui, para penerima manfaat MBG itu, mengalami gejala sakit perut dan mual usai menyantap makanan yang didistribusikan.
"Masih dalam pemeriksaan lab penyebabnya dari mana," kata wanita yang akrab disapa Widya itu, Jumat (14/8/2026).
Ia melanjutkan, total ada 43 korban keracunan MBG, yang merupakan siswa dan siswi dari 2 sekolah dasar (SD).
Widya bilang, para siswa dan siswi sempat ditangani di rumah sakit. Namun tidak dirawat.
"SD Negeri 013 Buluh Kasap, 39 siswa dan siswi. Kemudian SD Negeri 15 Buluh Kasap, 3 orang siswa dan siswi," jelas Widya.
Baca juga: Kapolres Dumai Sebut Kota Dumai Nihil Karhutla, Kecamatan Sungai Sembilan Jadi Perhatian
Distribusi MBG dikatakannya, dilakukan oleh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
SPPG tersebut berada pada naungan Yayasan Mahudun Untuk Negeri.
Widya menegaskan, SPPG tersebut langsung dihentikan sementara operasionalnya, atau diberi sanksi suspend.
Ia menambahkan, saat peristiwa dugaan keracunan terjadi, SPPG tersebut membuat menu antara lain nasi, tahu orek, tempe goreng tepung, dan sayur tumis labu siam.
( Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)