TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pemandangan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, meluas hingga mencapai sekitar 6 hektar. Kebakaran terjadi, Kamis (13/8/2026) malam, dan melanda sejumlah petak lahan milik Perhutani KPH Bondowoso.
ADM Perhutani Bondowoso, Misbakhul Munir, mengatakan kebakaran tersebar di tiga titik. Berdasarkan pendataan Perhutani, lahan yang terbakar berada di petak 72a1 seluas 1 hektar, petak 72H seluas 3 hektar, dan petak 72D seluas 2 hektar.
"Totalnya 6 hektar," ujar Misbakhul saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Arak-Arak Bondowoso Terbakar, Tim Gabungan Padamkan Api Selama 3 Jam
Menurut dia, vegetasi yang terbakar didominasi serasah, ranting, dan daun kering. Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar, terutama di kawasan yang memiliki banyak material kering.
Perhutani menduga kebakaran tersebut dipicu oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Teddy, menjelaskan kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas dan penjaga objek wisata Pemandangan Arak-Arak sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual.
Namun, hingga sekitar pukul 18.00 WIB, api masih terlihat di area tebing sebelah utara. Petugas piket kemudian menghubungi Mako Damkar Bondowoso untuk meminta bantuan.
Baca juga: Polisi Kerahkan Puluhan Personel dan Peralatan Khusus Tangani Kebakaran Bromo
"Akhirnya (petugas) menghubungi kami," terang Teddy.
Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Tim juga menyisir kawasan perbatasan Bondowoso-Situbondo yang dilaporkan turut terdampak kebakaran.
"Sampai di lokasi, kami memadamkan satu titik api dengan luasan sekitar 50x60 meter," ungkapnya.
Teddy mengatakan terdapat titik api lain dengan luas sekitar 30x40 meter yang sulit dijangkau armada pemadam. Titik tersebut berada di bagian atas tebing, jauh dari akses jalan, sehingga petugas kesulitan membentangkan selang.
"Tambah banyak titiknya ini, makin besar," ujar Teddy melalui pesan singkat WhatsApp saat proses pemadaman berlangsung.
Penanganan karhutla melibatkan Damkar Satpol PP, BPBD, TNI-Polri, Perhutani, serta unsur pemerintah kecamatan dari wilayah Bondowoso dan Situbondo.
Damkar Bondowoso mengerahkan dua unit armada dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter dan 5.000 liter. Dalam proses pemadaman, kedua armada melakukan pengisian ulang air sebanyak dua kali.
Selain menggunakan penyemprotan air, petugas dan tim gabungan juga melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok untuk mengendalikan api di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.
Setelah sekitar tiga jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.