TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di sejumlah buku yang pernah dibaca Mohammad Hatta, masih terdapat catatan pensil di tepi halaman.
Catatan itu dibuat ketika Bung Hatta menemukan tulisan atau data yang dinilainya salah atau kurang tepat.
Kisah tersebut disampaikan putri bungsu Bung Hatta, Halida Hatta, dalam wawancara khusus bertajuk Refleksi Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Studio Tribunnews, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Bagi Halida, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari keseharian sang ayah yang ia lihat sejak kecil.
Halida mengatakan Bung Hatta tidak menanamkan nilai kepada anak-anaknya melalui ceramah atau indoktrinasi di rumah.
Menurut dia, nilai tersebut justru terlihat dari cara Bung Hatta menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Nilai-nilai itu bukan ditanamkan melalui ucapan atau indoktrinasi di rumah,” kata Halida.
Ia mengatakan Bung Hatta tidak memberikan khotbah formal kepada anak-anaknya.
Sikap dan cara hidup sang ayah justru menjadi contoh yang dilihat Halida dan saudara-saudaranya sejak kecil.
Halida mengenang integritas, kesederhanaan, dan kejujuran Bung Hatta melalui perilaku sehari-hari di dalam keluarga.
Baca juga: Peringatan Hari ASI di Sukabumi, Sekjen PDIP Kutip Filosofi Sayap Burung Bung Karno soal Perempuan
Kedekatan Bung Hatta dengan buku juga menjadi bagian yang dikenang keluarga.
Sejak muda, sebelum menempuh studi di Belanda, buku menjadi bagian penting dalam perjalanan pemikirannya.
Menurut Halida, kegiatan membaca Bung Hatta berkaitan erat dengan gagasan yang hendak ditulis dan dipikirkannya.
“Bagi Bung Hatta, membaca itu dikaitkan dengan apa yang mau dituliskannya dan dipikirkannya,” jelas Halida.
Koleksi Bung Hatta mencakup berbagai bidang, mulai dari hukum, ekonomi, hubungan internasional, agama, filsafat, sejarah, hingga karya sastra.
Halida mengatakan koleksi tersebut terus bertambah sesuai kebutuhan referensi Bung Hatta dan dirawat dengan baik sejak muda.
Perpustakaan pribadi peninggalan Bung Hatta yang kini dirawat keluarga diperkirakan menyimpan tidak kurang dari 30.000 judul buku dari berbagai belahan dunia.
Koleksi itu antara lain mencakup jurnal ekonomi berbahasa Belanda dan majalah The Economist dari era 1970-an.
Baca juga: Kenang Filosofi Sapu Lidi Bung Hatta, Halida Hatta Ingatkan Esensi Persatuan Indonesia
Jejak kebiasaan membaca Bung Hatta terlihat pada catatan yang ditinggalkannya di sejumlah halaman buku.
Halida mengatakan catatan tersebut dibuat ketika Bung Hatta menemukan kesalahan cetak atau data yang dinilainya kurang tepat.
Catatan itu ditulis menggunakan pensil dan ditempatkan rapi di tepi halaman.
“Setiap buku yang ada di perpustakaannya adalah buku yang sudah pasti beliau baca,” kata Halida.
Ia kemudian menjelaskan bahwa pada halaman tertentu, Bung Hatta memberikan catatan koreksi ketika menemukan tulisan yang dinilainya salah atau kurang tepat.
Menurut Halida, kebiasaan itu juga menunjukkan bagaimana Bung Hatta memperlakukan buku yang dibacanya.
“Buku benar-benar dihargai sebagai sumber kebenaran ilmu,” ujarnya.
Catatan-catatan tersebut kini menjadi bagian dari jejak yang tersisa dari kebiasaan Bung Hatta saat membaca: menelusuri isi buku dan memberi koreksi ketika menemukan tulisan atau data yang dinilainya kurang tepat.