TRIBUNSUMSEL.COM - Berdasarkan Kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah bertepatan pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.
Kedatangan bulan Rabiul Awal atau yang populer dikenal sebagai Bulan Maulid menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, karena pada bulan inilah Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan dan wafat.
Umat Islam diajak untuk memanfaatkan momen bersejarah ini dengan meningkatkan ketakwaan dan menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW.
Dikutip Tribunsumsel.com dari tayangan di kanal YouTube haziqa waf memuat penjelasan Ustadz Adi Hidayat (UAH) serta nasihat Ustadz Abdul Somad (UAS), terdapat berbagai amalan dan nilai penting yang patut dijalankan di Bulan Maulid.
Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid) adalah sarana terbaik untuk mengingatkan kembali umat Islam akan sosok teladan utama.
Ustadz Adi Hidayat, UAH menerangkan manusia sering kali membutuhkan momentum untuk mengingat hal-hal penting dalam hidup. Ketika memasuki bulan Rabiul Awal, para ulama menghadirkan risalah sejarah (sirah) serta pujian shalawat agar umat kembali pada tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.
"Maulid itu sejatinya tidak dibatasi oleh waktu. Namun, jika ada momentum yang bersamaan dengan waktu kelahiran Nabi, lalu kita hidupkan untuk semakin mengenali beliau sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah, maka hal itu sangat baik dan tidak ada masalah," ujar Ustadz Adi Hidayat.
Ustadz Adi Hidayat menegaskan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan utama sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 21.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Laqad kāna lakum fī rasūlillāhi uswatun ḥasanah.
Terjemahan:
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."
Meskipun secara khusus tidak ada bentuk ritual ibadah kaku yang hanya terbatas pada bulan ini, para ulama menganjurkan beberapa amalan berikut untuk menghidupkan suasana Rabiul Awal
1. Memperbanyak Bacaan Sholawat
Membaca shalawat merupakan bentuk cinta dan permohonan agar kelak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat.
Teks Arab Sholawat Ringkas.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
Terjemahan:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad."
2. Mengenalkan Sejarah Nabi kepada Anak dan Keluarga
Ustadz Adi Hidayat menambahkan bahwa majelis Maulid merupakan wahana tepat untuk mengajarkan sejarah Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda agar mereka mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak beliau sejak dini.
3. Mempelajari Sirah Nabawiyah dan Meneladani Akhlak
Membaca buku sejarah kehidupan Nabi SAW atau Sirah Nabawiyah dan meneladani akhlad, serta mengamalkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari menjadi inti utama dari peringatan bulan kelahiran Rasulullah SAW.
Demikian ulasan Amalan Bulan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafat Rasulullah Muhammad SAW.
Baca juga: Doa Ketika Mendengar Perkataan Buruk, Teks Arab dan Terjemahan Lengkap
Baca juga: Doa Pengunci Hati Pasangan agar Tidak Selingkuh, Teks Arab dan Terjemahan Lengkap
Baca juga: Doa Paling Mustajab saat Sholat, Satu Kalimat Mudah Dihafal, Penjelasan Ustadz Adi Hidayat UAH
Baca juga: Adab Sebelum Tidur sesuai Sunnah, Bacaan Doa Lengkap Teks Arab dan Terjemahan
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com