TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi dampak kabut asap apabila kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar semakin memburuk.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Pemkot Jambi terus memantau kondisi kualitas udara menyusul asap yang mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir.
Dia mengtakan asap yang dirasakan warga bukan berasal dari karhutla di wilayah Kota Jambi, melainkan asap kiriman dari daerah sekitar yang mengalami kebakaran.
"Yang jelas kita terus melakukan pemantauan, karena kondisi ini bisa berubah," ujar Maulana, Jumat (14/8/2026).
Menurut Maulana, kondisi kualitas udara Kota Jambi saat ini belum masuk kategori berbahaya.
Namun, Pemkot Jambi mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Salah satu kebijakan yang disiapkan berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
Maulana mengatakan, Pemkot Jambi tidak menutup kemungkinan mengambil kebijakan terhadap aktivitas sekolah apabila kualitas udara sudah masuk kategori yang membahayakan kesehatan.
"Kita lihat kondisi beberapa hari ke depan. Kalau memang sudah membahayakan, tentu akan ada kebijakan yang kita ambil," katanya.
Warga Mulai Keluhkan Kabut Asap
Sejumlah warga Kota Jambi mulai mengeluhkan asap yang terasa dalam beberapa hari terakhir.
Asap paling terasa pada pagi hari, meski kondisinya belum separah kabut asap yang terjadi beberapa tahun lalu.
Aisya, warga Kota Jambi, mengatakan asap mulai terasa sejak beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi pada Jumat pagi terasa lebih pekat dibandingkan hari sebelumnya.
"Mulai asap ni, apalagi tadi pagi lebih pekat," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Hendri, warga kawasan The Hok, Kota Jambi.
Ia mengatakan asap lebih terasa pada pagi hari dan mulai mengganggu aktivitasnya saat bekerja.
"Mungkin karena jarang hujan ini ya, makanya mulai ada asap," katanya.
Hendri juga mengaku beberapa kali melihat helikopter yang membawa air melintas di sekitar Kota Jambi.
Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.
"Sepertinya hutan sudah mulai terbakar, mudah-mudahan jangan membesar," ungkapnya.
Pemkot Minta Kelompok Rentan Pakai Masker
Maulana mengimbau masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, serta warga dengan penyakit atau gangguan pernapasan kronis.
"Manula, ibu hamil, penderita penyakit pernapasan kronis hingga anak-anak mulailah memakai masker," katanya.
Masyarakat juga diminta memantau perkembangan kualitas udara melalui papan informasi kualitas udara yang tersedia di sejumlah lokasi di Kota Jambi.
Satgas Karhutla Kota Jambi juga terus melakukan upaya pemadaman.
Pemkot Jambi bahkan siap membantu penanganan kebakaran di wilayah sekitar apabila diperlukan.
Maulana berharap kondisi udara Kota Jambi tidak semakin memburuk.
Sebab, kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi.
"Kita berharap beberapa hari ini hujan turun ya," pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Pidato Prabowo Iuran JKN Tidak Cukup, Ivan: Jambi Harus Tutup Gap Dokter dan Layanan Kesehatan
Baca juga: Fakta Terbaru 10 Orang Sesak Napas Gara-gara Karhutla Sungai Gelam Muaro Jambi