Bidik Pengangguran Turun pada 2027, Bagaimana Kondisi Ketenagakerjaan RI Saat Ini?
Bobby Wiratama August 14, 2026 08:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka pada 2027 sebagai salah satu sasaran pembangunan. 

Pada tahun 2027, angka pengangguran terbuka ditargetkan turun di kisaran 4,30 hingga 4,87 persen.

Target tersebut, disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto pada penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Mengenakan jas warna abu-abu dan peci hitam, Prabowo memaparkan target pembangunan pada 2027 termasuk angka pengangguran.

"Tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87 persen. Turun dari 4,44 sampai 4,96 persen di tahun 2026," ucapnya.

Selain pengangguran, pemerintah menargetkan angka kemiskinan juga turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen.

"Kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen, dari target APBN 2026 6,5 sampai 7,5 persen," kata Prabowo. 

Tak hanya itu, Pemerintahan Prabowo menargetkan Rasio Gini pada 2027 dalam rentang 0,362 sampai 0,367 persen.

Kemudian, Indeks Modal Manusia di Indonesia ditergetkan turun sebesar 0,575 pada 2027.

"Angka-angka tersebut akan kita jaga dengan reformasi fiskal yang holistik dan konsisten. Pendapatan negara didorong lebih optimal. Kebocoran penerimaan harus diminimalisasi, efisiensi belanja terus dilanjutkan. Perlindungan sosial didorong semakin tepat sasaran, serta pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan terus dikembangkan," lanjut Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Pusat Finansial Internasional Indonesia Akan Dibangun di Jakarta dan Bali

Lantas, bagaimana kondisi ketenagakerjaan RI saat ini?

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka penduduk yang bekerja dan menganggur pada Mei 2026.

Dilihat pada data BPS, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) sebanyak 155,41 juta orang, naik 0,497 juta orang dibanding Februari 2026. 

Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,57 persen, naik sebesar 0,01 persen poin dibanding Februari 2026.

Kemudian, penduduk yang bekerja pada Mei 2026 sebanyak 148,19 juta orang, naik 0,522 juta orang dari Februari 2026. 

Dari total tersebut, lapangan usaha dengan distribusi penduduk bekerja terbesar berpusat pada Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 42,60 juta orang dengan distribusi 28,75 persen.

PENGANGGURAN - Tangkap layar Infografik situasi Kondisi Ketenagakerjaan 2027 pada situs BPS pada Jumat (14/8/2026). Presiden Prabowo menargetkan, angka pengangguran terbuka ditargetkan turun di kisaran 4,30 hingga 4,87 persen pada 2027, disampaikan saat pidato tentang RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
ANGKA PENGANGGURAN - Tangkap layar Infografik situasi Kondisi Ketenagakerjaan 2027 pada situs BPS pada Jumat (14/8/2026). Presiden Prabowo menargetkan, angka pengangguran terbuka ditargetkan turun di kisaran 4,30 hingga 4,87 persen pada 2027, disampaikan saat pidato tentang RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Istimewa/BPS)

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibanding Februari 2026. 

Bila dihitung, maka jumlah penduduk yang tidak bekerja sebanyak 7,22 juta orang. 

Dari total jumlah pengangguran itu, sekitar 14,31 persen di antaranya adalah lulusan sarjana terapan, S-1, S-2, dan S-3. Dengan begitu, angka pengangguran dari lulusan sarjana sekitar 1.033.182 orang.

Di samping jumlah pengangguran di Indonesia yang mencapai 7,22 juta orang, kondisi ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan perbaikan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja.

"Per Mei 2026 terdapat sebanyak 220,23 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 689.000 orang jika dibandingkan dengan Februari tahun 2026," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud saat Rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Dari total penduduk usia kerja tersebut, jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, atau bertambah sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026. 

Lantas, bukan angkatan kerja tercatat sebanyak 64,82 juta orang, meningkat sekitar 191 ribu orang.

BPS mencatat, jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang. Angka ini bertambah 522 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya. 

Jika dirinci, sebanyak 98,98 juta orang bekerja penuh, naik 391 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Kemudian, jumlah pekerja paruh waktu mencapai 38,42 juta orang, bertambah 72 ribu orang. Sementara itu, setengah pengangguran tercatat sebanyak 10,79 juta orang, meningkat 59 ribu orang.

Di sisi lain, jumlah angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja atau menganggur turun menjadi 7,22 juta orang, atau berkurang sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

"Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026," ungkap dia.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Nitis Hawaroh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.