Rekor curah hujan tertinggi melanda Tokyo. Banjir tak terelakkan, gangguan transportasi bikin penumpang terlantar di bandara.
Curah hujan lebih dari 360 milimeter turun dalam waktu 24 jam di sebagian wilayah Prefektur Chiba,yang berbatasan langsung dengan ibu kota Tokyo, menggenangi jalan raya dan jalur kereta api tepat pada salah satu pekan liburan tersibuk di Jepang. Hujan deras terjadi sejak Kamis (6/8).
Gangguan transportasi menyebabkan sekitar 7.000 orang terlantar di Narita, menurut juru bicara bandara. Ia juga menambahkan bahwa seluruh penerbangan dijadwalkan beroperasi normal pada hari Jumat.
Japan Airlines menyatakan bahwa beberapa penerbangan mungkin mengalami penundaan, namun sejauh ini tidak diperkirakan akan ada pembatalan.
"Peristiwa ini merupakan situasi yang sangat tidak biasa," ujar Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, kepada pada Jumat (14/8/2026).
Lebih dari 22.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik pada Jumat pukul 11.00 waktu setempat menurut perusahaan penyedia layanan listrik Tokyo Electric Power. Di Kota Chiba, salah satu wilayah yang paling parah terdampak, ratusan orang menghabiskan malam dengan berselimutkan lembaran foil di gedung-gedung pemerintah yang difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara.
"Saya telah menangani berbagai bencana di masa lalu, namun saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini," lanjutnya.
Beberapa jalan raya utama di Chiba ditutup, memaksa pengendara beralih ke rute alternatif dan menyebabkan kemacetan parah, menurut operator jalan raya NEXCO East.
Sejumlah layanan kereta api juga masih dihentikan pada Jumat pagi, meskipun beberapa kereta yang menghubungkan Narita dengan Tokyo telah kembali beroperasi, sehingga mengurangi kepadatan di pusat transportasi internasional tersebut.
Sepanjang malam, ratusan penumpang mengantre untuk mendapatkan selimut, air minum kemasan, dan camilan dari staf bandara sebelum beristirahat di berbagai sudut gedung terminal, sebagaimana terlihat dalam tayangan saluran penyiaran publik
"Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan ini," ujar seorang pelancong asal Amerika yang terlantar bersama keluarganya di bandara tersebut kepada .





