Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menetapkan status darurat bencana menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kekeringan akibat ancaman El Nino, Jumat (14/8/2026).
Wakil Bupati SBT Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena mengatakan, penetapan status darurat bencana dilakukan sebagai langkah pemerintah daerah menghadapi kondisi bencana yang terjadi saat ini.
"Saat ini juga pemerintah daerah telah menetapkan status darurat bencana, terutama untuk kebakaran hutan, kekeringan karena kemarau panjang dan El Nino ini juga puncaknya masih di September, berarti menurunnya juga masih lama," bebernya.
Baca juga: Kapolsek Leihitu Positif Sabu dan Sudah Ditahan, Berikut Sejumlah Kejanggalan yang Belum Terkuak
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Asrama Brimob Arbes Passo Terbakar
Menurut Miftah, kondisi tersebut membuat Pemkab SBT harus segera menyiapkan langkah antisipasi dan memperkuat koordinasi dengan BNPB.
Terlebih, keterbatasan pemerintah daerah dalam menangani bencana membuat kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi hal penting.
"Kita tetap berkoordinasi dengan BNPB, karena mengingat keterbatasan pemerintah daerah maka memang untuk hal bencana ini harus kolaborasi," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab SBT juga akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas pembentukan satuan tugas (Satgas) penanganan bencana.
Menurutnya, Satgas perlu segera dibentuk untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan karhutla serta kekeringan di wilayah SBT.
"Dan saat ini juga setelah ini akan ada rapat lanjutan untuk tim pemerintah daerah untuk membentuk Satgas, karena menurut saya memang harus segera bentuk Satgas," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan siap membantu Pemkab SBT menangani karhutla yang terjadi.
Plt. Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Riswandi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait luas karhutla yang terjadi di wilayah SBT.
Menurutnya, luas wilayah yang terbakar memang cukup besar, namun sampai saat ini kondisi tersebut masih dapat ditangani oleh kapasitas pemerintah daerah.
"Untuk karhutla kami dilaporkan tadi oleh Kepala Dinas Damkar dan juga dari BPBD memang luasnya cukup luas ya, tetapi sampai saat ini masih bisa tertangani oleh kapasitas lembaga yang ada di Pemda ini," ujarnya.
Meski masih dapat dikendalikan, BNPB tetap menyiapkan dukungan untuk memperkuat penanganan karhutla di SBT.
Dukungan tersebut dapat berupa peralatan maupun personel yang dibutuhkan dalam proses pemadaman kebakaran di kawasan hutan dan lahan.
"BNPB juga akan membantu terkait dengan karhutla ini seperti di daerah lain. Kami juga ada alat-alat, personel untuk memadamkan kebakaran baik di lahan maupun di hutan," katanya.
Riswandi bahkan melihat langsung sejumlah lahan yang terbakar saat melakukan perjalanan menuju wilayah SBT.
Ia menyebut, kebakaran yang dilihatnya masih dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.
"Dalam perjalanan ke sini juga saya lihat memang ada beberapa lahan sudah terbakar, tetapi saya lihat dari Pemda sudah dapat mengatasinya," lanjutnya.
Meski demikian, BNPB tetap mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran seiring kondisi cuaca yang kering.
"Sesuai dengan arahan Kepala BNPB kami akan membantu semaksimal mungkin terkait dengan karhutla yang ada di Seram Bagian Timur ini," tegasnya.
Selain bantuan peralatan dan personel, BNPB juga membuka kemungkinan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengatasi kondisi kekeringan.
Namun, pelaksanaan operasi tersebut tetap bergantung pada hasil analisis BMKG.
"Saya sudah mendapat perintah juga dan arahan dari Kepala BNPB bahwa memang untuk daerah-daerah yang kering kalau memungkinkan kita melakukan operasi modifikasi cuaca, tapi itu sangat tergantung dari analisis dari BMKG," jelasnya.
Menurut Riswandi, operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah ideal untuk membantu menghadirkan hujan di wilayah yang mengalami kekeringan.
Namun BNPB tidak hanya menunggu pelaksanaan operasi tersebut. Sejumlah langkah cepat lainnya juga disiapkan.
"Yang paling ideal memang seperti itu, tetapi kami akan mengambil langkah-langkah yang cepat juga selain operasi modifikasi cuaca dengan membuat sumur bor dalam," tutupnya.(*)