Laporan Wartawan TribunBanten.com/Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menemukan 76 ibu hamil yang terindikasi terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) berdasarkan hasil pemeriksaan rutin.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengatakan temuan puluhan kasus tersebut membutuhkan penanganan medis dan pemantauan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemeriksaan HIV, sifilis, dan tuberkulosis (TBC) merupakan bagian dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap ibu hamil.
"Kami melakukan penelusuran pasangan agar ikut diperiksa dan mendapatkan penyuluhan. Tujuannya agar penularan dapat diputus," jelas Rizal kepada wartawan, Jumat, (14/8/2026).
Baca juga: Atasi Kemacetan Truk Tambang, Pemkab Serang Siapkan Kantong Parkir Khusus di Bojonegara
Dijelaskan dia, ibu hamil yang terindikasi wajib mengonsumsi obat secara rutin guna menekan jumlah virus. Untuk persalinan, disarankan dilakukan melalui operasi caesar.
"Dengan pengobatan dan persalinan yang tepat, peluang bayi terhindar dari penularan mencapai lebih dari 90 persen. Sebaliknya, jika lahir secara normal, risiko penularan sangat besar," tambahnya.
Dinkes bersedia memberikan pengarahan apabila pasangan suami istri akan bercerai atau atau menikah lagi, agar jujur terkait kondisi kesehatan masing-masing. Hal ini guna memutus rantai penyebaran virus HIV.
Selain kelompok ibu hamil, pihaknya juga mencatat adanya kasus dari kelompok berisiko lain, termasuk kelompok sesama jenis yang teridentifikasi di wilayah Kabupaten Serang. Data terkait sedang dikumpulkan dan akan ditindaklanjuti.
"Bahkan kalau enggak salah tapi ini nanti perlu dikonfirmasi lagi, bahwa mereka pernah mendeklarasikan di daerah Pantura grup gay itu," ungkap Rizal.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar stigma masyarakat terhadap penderita HIV tidak menghalangi upaya penanganan pemerintah daerah.
"Banyak kasus istri yang justru menjadi korban tanpa mengetahui status suaminya. Oleh karena itu, penyuluhan dan pengungkapan status kepada pasangan sangat diperlukan guna mencegah penyebaran lebih luas," tegas Rizal.