Ungkap Kebiasaan Kerja Tanpa Hari Merah, Prabowo Curhat Menterinya Ada yang Pingsan dan Kecapekan
Laksmi Anindita August 14, 2026 09:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkap beratnya beban kerja para menteri dan pembantunya selama menjalankan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan, sejumlah pembantunya mengalami kelelahan akibat padatnya pekerjaan. Bahkan, ada yang sampai pingsan dan menjalani operasi.

"Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, selama 21 bulan atau 663 hari pemerintahannya, telah diputuskan dan dijalankan 121 kebijakan transformatif.

Dengan capaian tersebut, pemerintah rata-rata menjalankan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.

Prabowo menilai kondisi itu menunjukkan tingginya intensitas kerja para menteri dan pembantunya.

Ia pun berjanji akan memberikan lebih banyak waktu istirahat kepada para pembantunya selama sisa masa jabatannya.

"Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka," ujar Prabowo.

Namun, janji tersebut justru dibalas dengan candaan oleh para pembantunya.

"Dan mereka menjawab, janji tinggal janji," ucapnya.

Prabowo juga mengungkap kebiasaan dalam jadwal kerjanya. Ia mengatakan para pembantunya menyebut kalender kerjanya tidak memiliki hari merah atau hari libur.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa menjalankan tugas dari rakyat merupakan sebuah kehormatan.

Karena itu, ia memastikan pemerintah akan terus bekerja keras untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

"Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita," tegas Prabowo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.