TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang pelajar hanyut terserat arus sungai di Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 19.08 WIB, korban sempat berenang bersama empat anak lainnya di aliran Sungai Batang Arau.
Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Pasa Gadang, Kasmawati mengatakan bahwa korban sempat berenang dengan tiga anak lainnya di aliran Sungai Batang Arau saat sore hari, sekira pukul 17.00 WIB.
Kata dia, anak-anak di sejumlah kelurahan di sepanjang aliran Sungai Batang Arau memang biasa berenang saat sore hari.
Baca juga: Kapal Mentawai Fast Kandas di Muaro Padang, Evakuasi Penumpang Terkendala Gelombang Besar
Namun, akibat hujan intensitas tinggi dan debit air langsung meningkat, satu orang anak dilaporkan hanyut.
"Jadi mereka ini berempat berenang di Sungai Batang Arau sekira pukul 17.00 WIB tadi, ketika hujan lebat turun," kata dia.
Namun tiga orang lainnya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, namun naas satu lainnya hanyut terbawa arus.
Korban diketahui seorang pelajar di salah satu SMP di Kota Padang. Setelah hanyut, informasinya langsung dilaporkan ke BPBD dan pihak terkait lainnya.
"Informasi dari warga anak SMP, namanya diketahui Joshua," pungkasnya.
Baca juga: Breaking News Kapal Mentawai Fast Kandas di Muaro Padang, Penumpang Belum Dievakuasi
Sementara itu, pantauan TribunPadang.com di lapangan, tampak masyarakat sudah ramai di lokasi.
Selain itu, petugas gabungan dari BPBD, Basarnas dan lain sebagainya.
Masyarakat tampak mengenakan jas hujan dan payung. Sedangkan kondisi arus sungai tampak tinggi dan besar.
Arus sungai juga membawa banyak sampah hingga potongan kayu kecil.
Petugas gabungan tampak masih menggali informasi kepada masyarakat, keluarga dan Ketua RT 01 Pasa Gadang.
Di sebuah rumah, tepatnya di lokasi Selaju Sampan digelar beberapa waktu lalu, terdengar tangisan orang tua korban.
Sambil menangis, ibu korban berteriak memanggil anaknya, "Mama tidak marah Jojo, pulanglah Nak."
Orang tua korban juga ditenangkan oleh masyarakat, memintanya tetap tabah atas kejadian yang menimpa.