Kredit CIMB Niaga Tumbuh 6,6 Persen, Tembus Rp247,2 Triliun Semester I 2026
M Iqbal August 14, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp247,2 triliun pada semester I 2026. Pertumbuhan tersebut turut menopang kinerja perseroan dengan laba sebelum pajak konsolidasian mencapai Rp4,3 triliun.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja tersebut didukung pertumbuhan kredit, dana murah (CASA), serta strategi bisnis yang dijalankan secara disiplin. Pendapatan operasional tumbuh 6,8 persen secara tahunan, sedangkan laba operasional sebelum pencadangan meningkat 6,5 persen.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga meningkat 2,8 persen menjadi Rp269,3 triliun. Sementara itu, CASA tumbuh 6,9 persen menjadi Rp193,1 triliun dengan rasio CASA mencapai 71,7 persen. Total aset perseroan juga tumbuh 6,7 persen menjadi Rp382 triliun per 30 Juni 2026.

Pertumbuhan kredit terutama ditopang segmen perbankan korporasi yang meningkat 13,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pembiayaan perbankan komersial tumbuh 4,6 persen, UKM 2,9 persen, dan konsumer 0,1 persen. Pada segmen ritel, pertumbuhan antara lain berasal dari Kredit Pemilikan Mobil yang naik 4,7 persen.

Kinerja tersebut juga dibarengi dengan penguatan kualitas aset. Gross non-performing loan (NPL) CIMB Niaga tercatat membaik menjadi 1,83 persen. Posisi permodalan dan likuiditas juga tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 23,5 persen dan loan to deposit ratio (LDR) 90,4 persen.

Di tengah pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus memperbesar pembiayaan berkelanjutan. Hingga semester I 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp66 triliun atau sekitar 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan.

Pembiayaan tersebut antara lain diarahkan ke sektor energi terbarukan, UMKM, serta pembiayaan berbasis keberlanjutan.

Digitalisasi juga menjadi salah satu penopang aktivitas bisnis CIMB Niaga. Lebih dari 90 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital. Pada semester I 2026, transaksi QRIS melalui OCTO meningkat 65 persen secara tahunan, sedangkan pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh 89 persen.

CIMB Niaga juga terus mengembangkan layanan digital dan fisik secara terintegrasi. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mengoperasikan 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub. Selain transaksi perbankan, OCTO juga menyediakan layanan investasi, pembiayaan, pembayaran, hingga pengelolaan kekayaan melalui berbagai fitur dalam satu platform.

Untuk memperkuat layanan kepada nasabah dengan kebutuhan pengelolaan kekayaan yang lebih kompleks, CIMB Niaga juga mengembangkan CIMB Private Wealth. Layanan ini ditujukan bagi nasabah dengan total dana kelolaan mulai Rp5 miliar, dengan layanan yang mencakup investasi, pembiayaan, proteksi, hingga perencanaan kekayaan lintas generasi.

Kinerja dan transformasi tersebut turut mendapat pengakuan melalui 21 penghargaan sepanjang semester I 2026. Di antaranya Best SME Bank Indonesia 2026 dari Euromoney, Indonesia Best Green Financing Bank of The Year dari Asian Banking & Finance, Digital Consumer Banking Initiative of the Year dari Asian Banking & Finance, serta The Best Corporate Social Responsibility Award 2026 dari Warta Ekonomi dan berbagai penghargaan lainnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.