Amerika Serikat resmi mengerahkan kapal induk USS George Washington menuju kawasan Timur Tengah.
Pengerahan ini bertujuan utama untuk menggantikan peran kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah bertugas lebih dari 260 hari.
Mengutip Tribunnews pada (14/8), kapal induk USS Abraham Lincoln ditarik setelah mengalami penugasan berkepanjangan sejak pertama kali tiba pada Januari 2026.
Penugasan lama tersebut memicu kemunculan laporan terkait penurunan kondisi psikologis para awak kapal hingga masalah gangguan logistik.
Sebagai pengganti, USS George Washington kini telah dialihkan pergerakannya dari wilayah tugas sebelumnya di Asia-Pasifik.
Kapal induk tersebut sebelumnya menjalankan berbagai misi diplomasi serta kerja sama militer di kawasan Indo-Pasifik.
USS George Washington tercatat telah meninggalkan Pelabuhan Da Nang di Vietnam sejak pekan lalu.
Dalam pelayarannya, kapal tempur ini melintasi Selat Singapura dengan didampingi oleh satu kapal penjelajah dan satu kapal perusak pengawal.
Pejabat Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa armada tempur ini telah melewati Selat Malaka menuju Samudra Hindia.
Rotasi kapal induk ini menegaskan komitmen Washington yang tetap mempertahankan tekanan militer tinggi terhadap Iran.
Pengerahan armada baru ini juga bertujuan untuk menjaga kesinambungan operasi blokade AS di kawasan Selat Hormuz.
Begitu tiba di lokasi tujuan, USS George Washington akan langsung mengambil alih pimpinan operasi udara militer AS di kawasan Teluk.
Penggantian armada tempur ini memastikan kekuatan militer Amerika Serikat tetap siaga penuh dalam menghadapi ketegangan dengan Iran.