Hamas Pasang Bom, Prajurit Wanita Israel Peringatkan Ancaman Perang Baru: Persis Sebelum 7 Oktober
Tribun-video August 14, 2026 09:42 PM

Prajurit wanita pengintai Israel di perbatasan membunyikan alarm bahaya terkait kembalinya aktivitas kelompok bersenjata di Jalur Gaza.

Mereka melaporkan menyaksikan anggota Hamas memasang bahan peledak di sepanjang Garis Kuning yang membatasi wilayah kendali.

Mengutip The Times of Israel pada (14/8), hal ini dilaporkannya dalam pernyataan pada Kamis (13/8/2026).

“Kita benar-benar melihat bahwa mereka tahu kita tidak akan menembak mereka. Warga Gaza bukanlah orang bodoh. Pada akhirnya, mereka terus menguji kita dan melihat apakah kita bereaksi atau tidak. Ini persis seperti sebelum 7 Oktober,” kata salah satu tentara seperti dikutip.

Aktivitas pemasangan bom dan pergerakan mencurigakan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat munculnya ancaman perang baru.

Para prajurit mengaku mengalami perasaan deja vu yang mencekam karena situasi ini terasa persis seperti sebelum tragedi 7 Oktober 2023.

Pada peristiwa silam, peringatan dini para pengintai wanita dari Unit 414 IDF diabaikan hingga menyebabkan pangkalan Nahal Oz dikuasai lawan.

Kelalaian masa lalu tersebut mengakibatkan lima prajurit wanita tewas dan tujuh lainnya diculik ke dalam penawanan.

Kini, para pengintai wanita menyuarakan kekhawatiran serupa karena melihat musuh terus menguji daya reaksi militer Israel.

Mereka menyaksikan kelompok bersenjata beroperasi tanpa rasa takut karena meyakini pasukan pengintai tidak akan langsung menembak.

Sejumlah prajurit wanita mengaku merasa tidak berdaya dan frustrasi karena pemantauan cermat mereka seolah tak ditindaklanjuti.

Mereka bahkan mengkritik bahwa prajurit tempur yang ditempatkan hanya beberapa ratus meter dari lokasi bom berisiko dijadikan perisai manusia.

“Pada akhirnya, para prajurit ditempatkan beberapa ratus meter dari para teroris ini,” kata salah satu prajurit pengintai tentang pasukan tempur di Gaza. “Kita tidak bisa begitu saja meninggalkan mereka.”

Peringatan bahaya ini muncul di tengah dinamika diplomatik dan fluktuasi operasi militer Israel di wilayah Gaza.

Meski serangan sempat dihentikan sementara, Israel kembali meluncurkan gempuran yang menewaskan komandan kompi serta perwira polisi senior Hamas.

Namun, kesaksian prajurit wanita tentang timbunan bom Hamas menegaskan bahwa ancaman serangan mendadak kembali mengintai perbatasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.