TRIBUNGORONTALO.COM – Aprilia Pratiwi Abas tidak pernah ingin terlalu larut dalam bayangan akan terpilih sebagai Paskibraka tingkat Provinsi Gorontalo.
Sejak mengikuti proses seleksi, siswi SMAN 3 Gorontalo itu justru sudah menyiapkan diri untuk menerima kemungkinan tidak lolos.
Ia mencoba ikhlas dengan apa pun hasil yang akan diterima. Namun, hasil akhir justru membawa kabar yang membuat perasaannya campur aduk.
Aprilia terpilih menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Gorontalo dan mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki.
"Rasa senang dan saya itu campur aduk karena saya sudah menyiapkan ruang ikhlas kalau saya tidak terpilih," kata Aprilia saat diwawancarai, Jumat (14/8/2026) dengan wajah yang tersenyum.
Kabar tersebut menjadi sesuatu yang membanggakan bagi Aprilia.
Ia tidak menyangka proses yang dijalaninya berakhir dengan terpilihnya ia sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.
"Alhamdulillah saya terpilih menjadi Paskibraka tingkat provinsi," ujarnya.
Perjalanan menuju posisi tersebut tidak datang begitu saja. Aprilia harus melewati sejumlah tahapan seleksi.
Ia menyebut pemeriksaan kesehatan dan psikologi menjadi bagian dari proses yang dilaluinya. Setiap tahapan menjadi pengalaman tersendiri bagi pelajar berusia 16 tahun tersebut.
Baca juga: Sosok Khasyifa Anindi Sudarmanto, Siswi Gorontalo Terpilih Jadi Calon Paskibraka Nasional
Aprilia lahir di Gorontalo pada 3 April 2010. Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.
Sehari-hari, Aprilia bersekolah di kelas XI SMAN 3 Gorontalo dan tinggal di Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kini, kehidupan sekolahnya mendapatkan pengalaman baru setelah dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka tingkat provinsi. Terlebih lagi, tugas yang dipercayakan kepadanya adalah membawa baki.
Bagi Aprilia, menjadi pembawa baki bukan hanya soal berada di depan saat upacara.
Ada tanggung jawab yang harus dijalankan dengan tenang dan percaya diri.
Namun, di balik tanggung jawab tersebut, Aprilia juga mendapatkan pengalaman lain selama mengikuti rangkaian kegiatan Paskibraka.
Ia bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah.
Menurutnya, kesempatan untuk berbaur dengan teman-teman dari daerah berbeda menjadi salah satu pengalaman yang menarik.
"Bisa berbaur dengan teman-teman yang beda provinsi, beda kabupaten. Itu bisa membuka ruang komunikasi," katanya.
Bagi Aprilia, komunikasi tersebut membuat suasana selama mengikuti kegiatan menjadi lebih berkesan.
Ia tidak hanya menjalani latihan bersama, tetapi juga mengenal teman-teman baru.
Dari proses itulah Aprilia mendapatkan pengalaman yang tidak diperolehnya dalam rutinitas sekolah sehari-hari.
Sebagai pembawa baki, Aprilia juga memiliki pesan sederhana bagi siapa pun yang mendapat tugas serupa.
"Kalau dari pembawa baki, jangan lupa senyum," tuturnya.
Menurut Aprilia, senyum menjadi hal sederhana yang penting ketika menjalankan tugas di hadapan banyak orang.
Tetap tenang dan percaya diri menjadi bagian dari kesiapan yang harus dimiliki.
Selain itu, ia mengingatkan agar tetap semangat dan tidak meninggalkan ibadah.
Pesan tersebut juga menjadi bagian dari cara Aprilia menjalani prosesnya sendiri. Ia sempat mempersiapkan hati jika tidak terpilih.
Namun, perjalanan yang dijalaninya justru membawanya pada sebuah kepercayaan. Kini, Aprilia harus mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Gorontalo.
Bagi anak bungsu dari tiga bersaudara itu, kesempatan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam masa sekolahnya.
Dari seorang siswi kelas XI SMAN 3 Gorontalo, Aprilia kini mendapat tanggung jawab untuk menjalankan tugas di momen penting peringatan kemerdekaan.
Sebuah kesempatan yang awalnya tidak ingin terlalu ia harapkan, tetapi akhirnya benar-benar datang kepadanya. Di lapangan, tampak senyum Aprilia tidak pernah padam meskipun saat itu panas matahari menyengat.
Ia berdiri tegap mengangkat baki dengan tatapan fokus. Selain itu, hal yang membuat Aprilia tetap semangat adalah dukungan dari orang tuanya.
Berdasarkan informasi awal, akan ada dua orang pembawa baki untuk pengibaran Sang Saka Merah Putih dan penurunan bendera. Untuk penetapan nama-nama yang akan menaikkan dan menurunkan bendera, pihaknya masih menunggu keputusan. (*)