TRIBUNNEWS.COM, MAUMERE- Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur berdampak pada layanan angkutan udara di kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan data Kantor UPBU Kelas II Frans Seda Maumere, akumulasi penerbangan yang mengalami pembatalan mencapai 290 penerbangan pada periode 2024–2025 dan berlanjut sebanyak 130 penerbangan hingga Agustus 2026.
Dampak sebaran abu vulkanik tidak hanya memicu penutupan ruang udara, tetapi juga merugikan belasan ribu calon penumpang yang gagal mengudara.
Pada periode Februari 2024 hingga Desember 2025, catatan Angkutan Udara UPBU Frans Seda menunjukkan sebanyak 290 pergerakan pesawat mengalami pembatalan maupun penundaan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada 15.959 penumpang dari dua maskapai yang beroperasi di Bandara Frans Seda, yakni Wings Air dan NAM Air.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Erupsi Jumat Sore, Tinggi Kolom Abu 500 Meter
Berdasarkan rincian maskapai dan rute penerbangan sepanjang 2024–2025:
Bahkan pada pertengahan tahun 2024, maskapai Wings Air dan NAM Air sempat menghentikan seluruh operasional penerbangan berjadwal mereka sejak 17 Juli hingga 30 November 2024. Memasuki tahun 2025, Wings Air juga mengambil kebijakan menutup rute penerbangan berjadwal Maumere – Makassar.
Baca juga: BMKG: Cuaca NTT Besok 15 Agustus 2026 Cerah Berawan, Suhu Terendah 12 Derajat di Ruteng dan Bajawa
Tantangan operasional akibat sebaran abu vulkanik masih berlanjut hingga tahun 2026. Terhitung sejak Januari hingga 8 Agustus 2026, tercatat sebanyak 130 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan.
Adapun sebaran 130 pergerakan pesawat yang terganggu sepanjang periode Januari–8 Agustus 2026 meliputi:
Pihak otoritas UPBU Kelas II Fransiskus Xaverius Seda Maumere menegaskan bahwa penghentian sementara dan penyesuaian jadwal penerbangan merupakan prosedur wajib untuk memastikan keselamatan penerbangan saat ruang udara terpapar abu vulkanik.