Proyek Panas Bumi Kepahiang Mulai Digarap, Investasi Tahap Awal Capai Rp1,2 Triliun
Hendrik Budiman August 14, 2026 09:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Proyek pengembangan panas bumi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang mulai memasuki tahapan pembangunan infrastruktur pendukung. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pihak PLN dan CKG menggelar rapat membahas persiapan peningkatan jalan dan jembatan yang menjadi akses menuju lokasi pengeboran WKP Kepahiang. 

Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi tahap awal untuk membuka akses yang memadai bagi mobilisasi alat berat menuju lokasi proyek panas bumi. 

"Hari ini kita bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, pihak PLN dan CKG melaksanakan rapat tentang pelaksanaan awal peningkatan jalan dan jembatan akses pengeboran WKP Kepahiang," ucap Nata pada Jumat (14/8/2026). 

Menurutnya, akses menuju lokasi proyek terbagi dalam dua bagian.

Jalur dari pintu masuk Desa Pelangkian menuju Kecamatan Kabawetan menjadi bagian yang dikelola PT CKG, sedangkan akses yang berada di kawasan hutan lindung menjadi domain PLN. 

Total panjang akses yang akan ditingkatkan tersebut mencapai sekitar 12 kilometer. 

"Ini baru pembangunan akses masuk jalan yang memadai untuk mobilisasi alat berat nantinya. Akses ini dibagi dari pintu masuk Desa Pelangkian ke Kabawetan domain CKG dan hutan lindung domainnya PLN dengan total panjang keseluruhannya sekitar 12 kilometer," jelas Nata. 

Dalam proses pelebaran dan peningkatan jalan, sejumlah lahan milik masyarakat dipastikan akan terdampak. 

Pemkab Kepahiang memastikan lahan maupun tanaman warga yang terkena pembangunan akan mendapatkan ganti rugi sesuai hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). 

"Dalam perjalanan tahapan perluasan jalan ini ada beberapa tanah warga yang terdampak, itu akan diganti rugi sesuai dengan KJPP," beber Nata. 

Bupati menargetkan pembangunan jalan dan jembatan akses menuju lokasi pengeboran dapat diselesaikan pada Oktober atau November 2026. 

"Target kita pembangunan jalan dan jembatan di Oktober atau November ini selesai," ungkap Nata.

Baca juga: DPRD Kepahiang Respons Harmonisasi 15 Perda, Tiga Regulasi Jadi Prioritas

Proyek panas bumi WKP Kepahiang juga diproyeksikan membawa dampak ekonomi yang besar bagi daerah. 

Manajer PLN UPP 2 Bengkulu Sumbagsel, Adi Saputro mengatakan, pada tahap pertama investasi yang akan digelontorkan untuk proyek tersebut, termasuk kegiatan pengeboran, mencapai sekitar Rp1,2 triliun. 

"Overall untuk tahap pertama saja itu investasi yang akan kita keluarkan termasuk ngebor sekitar Rp1,2 triliun," kata Adi. 

Ia menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak pelebaran jalan akan mendapatkan kompensasi sesuai hasil penilaian KJPP. 

"Tanah atau tanam tumbuh yang terkena akibat pelebaran jalan itu akan kami ganti rugi dihitung oleh rekan KJPP menyangkut tanah, tanaman atau bangunannya," jelas Adi. 

Tak hanya investasi, proyek panas bumi tersebut juga nantinya berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi Kabupaten Kepahiang. 

"Setelah kami beroperasi nanti ada bonus produksi dan ini langsung dimasukkan ke kas daerah," ujar Adi. 

Dampak ekonomi proyek panas bumi tersebut juga diharapkan dirasakan langsung masyarakat Kepahiang. 

Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan proyek tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah. 

Menyambut usulan tersebut Adi Saputro mengatakan, pihaknya akan membahas mekanisme penggunaan tenaga kerja lokal melalui nota kesepahaman (MoU) atau kesepakatan bersama. 

"Terkait tenaga kerja lokal ini akan kita godok semacam MoU atau kesepakatan untuk menggunakan tenaga lokal," pungkas Adi. 

Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Gregory Dayefiandro turut mendorong agar komitmen penggunaan tenaga kerja lokal dituangkan secara jelas dalam MoU. 

"Saya selaku Ketua DPRD Kepahiang sudah menekankan sesuai regulasi untuk MoU supaya lebih jelas terkait tenaga kerja lokal ini. Harapannya 60-80 persen menggunakan tenaga lokal," kata Igor. 

Gregory menilai, proyek panas bumi tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Kepahiang. 

"Jelas memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kepahiang. Harapan kita project ini bisa segera terlaksana agar manfaatnya juga bisa segera dirasakan," harap Igor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.