TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tangis penyesalan dan duka mendalam disampaikan oleh Ramadhan Alam (60), ayah dari Riyan Alamsyah (25), pengemudi (driver) taksi online yang ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kaki terikat di perkebunan tebu Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak.
Warga Jalan Banten Baru, Gaperta Ujung, Kecamatan Medan Helvetia ini menuturkan bahwa dirinya sempat melarang keras anak ketiganya tersebut untuk mengambil orderan penumpang pada tengah malam.
Ramadhan menceritakan, komunikasi terakhir dengan sang anak terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu ia sempat menyarankan Riyan agar tidak memaksakan diri bekerja karena kondisi penumpang yang terbilang sepi.
"Udah saya larang, tidak usah diambil orderan. Dia diam saja tidak ngomong. Ketika saya terlelap tidur, dia menghidupkan aplikasi dan pergi narik sekitar jam 02.00 WIB dini hari," ujar Ramadhan sembari menahan air mata, Jumat (14/8/2026).
Riyan diketahui berangkat mengendarai mobil Daihatsu Ayla warna putih bernomor polisi BK 1740 ADR dengan menggunakan aplikasi akun taksi online milik ayahnya.
Kecurigaan keluarga bermula ketika sang ibu terus mengirim pesan singkat pada Kamis (13/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB meminta Riyan segera pulang. Namun, tidak ada satu pun pesan yang dibalas dan kedua ponsel korban tiba-tiba tidak aktif.
"Biasanya kalau ibunya sudah suruh pulang, mau dari mana pun dia pasti langsung pulang. Tapi ini di-chat tidak masuk, HP-nya tidak aktif," ungkapnya.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Ramadhan bersama putra pertamanya berupaya melacak keberadaan Riyan menggunakan fitur pelacak GPS dari dua ponsel yang dibawa korban.
Hasil pelacakan menunjukkan dua lokasi berbeda. Sinyal HP Android terdeteksi di pinggir Sungai Deli kawasan Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, yang diduga telah dibuang oleh para pelaku.
Sementara itu, sinyal HP iPhone milik korban terdeteksi di kawasan Jalan Asahan dan Kafe Marine, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.
Pencarian mandiri hingga malam hari tersebut sempat tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya kepastian duka datang sekitar pukul 20.52 WIB melalui pesan kiriman rekan Ramadhan.
"Teman saya bertanya ciri-ciri pakaian anak saya sebelum berangkat. Setelah saya sebutkan baju putih dan celana pendek, baru dikirim fotonya. Ya Allah, saya lihat fotonya ternyata anak saya sudah tidak bernyawa," tutur Ramadhan dengan mata memerah.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, jasad Riyan pertama kali ditemukan oleh warga pencari rumput pada Kamis sore sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas Polsek Hamparan Perak bersama Tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan kemudian mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Medan pada pukul 22.00 WIB.
Selain merenggut nyawa Riyan dan membawa lari unit mobil operasional korban, para pelaku juga menggasak seluruh barang berharga yang disimpan di dalam mobil.
"Dua HP hilang, lalu dua dompet isi ATM, KTP, SIM, STNK mobil, hingga kunci serep yang ada di dalam mobil semuanya raib dibawa pelaku," pungkas Ramadhan.
(cr9/tribun-medan.com)