TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Laga bertajuk Derby DIY yang mempertemukan PSIM Yogyakarta kontra PSS Sleman bakal tersaji dalam kompetisi Super League 2026/2027 musim ini.
Merespons laga sarat gengsi tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, angkat bicara soal kesiapan dan harapan agar pertandingan itu bisa bergulir di 'rumah sendiri.'
Hasto menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berkomitmen penuh untuk menyiapkan segala sesuatunya secara matang demi kelancaran Derby DIY.
Langkah konkret yang bakal ditempuh dalam waktu dekat yakni menjalin silaturahmi dan koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman hingga jajaran kepolisian di kedua wilayah.
"Nanti kita harus menyiapkan baik-baik. Kebetulan sekarang ini kita punya Kapolres baru. Dalam waktu dekat saya akan silaturahmi dengan Pak Kapolres Sleman dan Pak Bupati Sleman," ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Mengenai wacana Kapolda DIY yang berniat mengumpulkan jajaran Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Sleman untuk duduk bersama, Hasto menyebut, secara resmi agenda tersebut belum terjadwal.
Namun, secara terbuka ia menyampaikan keinginannya agar duel PSIM Yogyakarta kontra PSS Sleman bisa diselenggarakan di wilayah DIY tanpa harus terusir ke luar daerah akibat kendala izin maupun keamanan.
"Harapan saya ada kesepakatan yang baik antara kita yang di Yogya dengan yang di Sleman. Jadi, kita tidak perlu repot-repot. Karena kalau sampai harus keluar daerah, kan sayang gitu," ungkapnya.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Belum Luncurkan Tim, Van Gastel Pertimbangkan Tambah Pemain Lokal
Lebih lanjut, Hasto pun mendambakan pertandingan bergengsi tersebut dapat disaksikan langsung oleh para pendukung setia kedua kesebelasan di dalam stadion.
Hasto optimistis, suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman sudah sama-sama dewasa dan mampu menjaga kondusivitas serta persaudaraan yang telah terjalin.
"Maksud saya begitu (harapannya dihadiri penonton). Kenapa sih, kan kita satu keluarga. Ya mudah-mudahan lah, mohon doanya," pungkas Wali Kota. (*)