TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mendorong penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dalam menangani persoalan sampah plastik.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengolahan sampah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) milik PT Sekawan Bersih Barokah di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sukoharjo melihat secara langsung potensi industri daur ulang dalam membantu mengurangi timbulan sampah plastik yang sulit terurai.
Eko Sapto Purnomo menilai keberadaan industri pengolahan dan daur ulang sampah dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, kami memberikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran PT Sekawan Bersih Barokah di Mulur. Langkah konkret ini sangat membantu pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik, khususnya jenis PET,” ujar Sapto, Jumat (14/7/2026).
Ia mengatakan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular juga memiliki manfaat lain karena dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dikumpulkan, dipilah, kemudian diolah kembali menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, Sapto mendorong agar keberadaan perusahaan tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat Desa Mulur dan sekitarnya.
“Kolaborasi antara perusahaan, BUMDes, dan pemberdayaan masyarakat lokal seperti ini patut kita dukung bersama demi mewujudkan Sukoharjo yang bersih, hijau, dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sapto didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Baca juga: Plt Bupati Sukoharjo Resmikan Jembatan Garuda di Tambakboyo, Warga Kini Tak Perlu Memutar 7 Km
Rombongan melihat langsung proses pengolahan botol plastik PET di lini produksi PT Sekawan Bersih Barokah.
Selain meninjau operasional pabrik, kunjungan juga menjadi kesempatan untuk membahas potensi sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, BUMDes, dan masyarakat dalam memperkuat tata kelola sampah.
Direktur Utama PT Sekawan Bersih Barokah, Muhammad Zain, mengatakan perusahaan hadir dengan membawa misi membantu pemerintah daerah menangani sampah yang sulit terurai, terutama PET.
Menurutnya, perusahaan tidak ingin hanya menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat sekitar.
“Kehadiran PT Sekawan Bersih Barokah di sini tidak hanya berfokus pada aspek bisnis semata, tetapi kami berupaya hadir sebagai solusi konkret dalam membantu penyerapan sampah tak terurai, khususnya sampah PET di Kabupaten Sukoharjo,” katanya.
Muhammad Zain menambahkan, perusahaan juga berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal Desa Mulur serta menggandeng BUMDes Mulur.
Dengan demikian, aktivitas industri diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Zain juga memperkenalkan komunitas relawan Mitra Lingkungan Hidup kepada Plt Bupati Sukoharjo.
Komunitas tersebut menjadi salah satu mitra perusahaan dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dari tingkat hulu hingga hilir.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Sekawan Bersih Barokah, Mahmud Lutfhi, mengatakan investasi yang dibangun di Sukoharjo berangkat dari kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
“Secara pribadi, saya memiliki kepedulian yang mendalam terhadap isu lingkungan hidup. Investasi yang kami bangun di Kabupaten Sukoharjo ini adalah wujud ikhtiar nyata untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi bumi,” ungkapnya.
Selain membantu mengurangi sampah plastik, keberadaan industri tersebut juga dinilai mampu menciptakan peluang kerja baru.
Masyarakat dapat dilibatkan dalam rantai pengumpulan sampah PET sebelum masuk ke proses pengolahan di pabrik.
Mahmud berharap keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)